“Pagi Sore Charity Fotografi” Jogja Shutter Camp #2

Jogja Shutter Camp 2

Jogja Shutter Camp 2

Setelah pelaksanaan acara “Pagi Sore Charity Fitografi” Jogja Shutter Camp #1 yang dilakukan di desa penghasil gula kelapa tradisional Segambir, Gunung Kukusan, Kokap, Kulon Progo pada 7 Desember 2014 yang lalu, team Jogja Shutter Camp kembali menyiapkan sebuah paket kegiatan fotografi di kecamatan Rongkop, Gunungkidul pada tanggal 8 Maret 2015 mendatang.

“Meski tidak sedikit peserta yang ikut dalam event fotografi ini adalah para fotografer profesional baik lokal maupun nasional, namun panitia meyakinkan kepada semua yang ingin ikut dalam event ini, bahwa tidak ada pembedaan apapun karena semua akan berbaur menjadi satu dalam kegiatan yang penuh kejutan yang sebelumnya belum pernah dialami oleh peserta. Hal ini karena Jogja Shutter Camp bukanlah komunitas atau kelompok fotografi melainkan sebuah tempat (wadah) bagi para fotografer apapun komunitasnya, apapun kelompoknya, apapun alatnya akan saling mengakrabkan diri antar peserta juga kepada masyarakat setempat dan berkegiatan penuh manfaat dengan mengedepankan sisi charity”, ungkap team JSC saat ditanya oleh teraswarta.

Lebih dari itu, team JSC juga mengungkapkan bahwa event “Pagi Sore Charity Fotografi” Jogja Shutter Camp akan memiliki warna yang selalu lain dalam setiap kegiatannya dan tidak akan diulang tentunya. Hal ini lantaran setiap kegiatan yang lakukan akan mengambil tempat berbeda dengan potensi alam, potensi lokal, seni budaya, serta kuliner yang memiliki ciri khas masing-masing. Pun tentu adalah tempat-tempat yang “belum” banyak diketahui publik terutama fotografi.

Acara “Pagi Sore Charity Fotografi” Jogja Shutter Camp #2 pada tanggal 8 maret mendatang akan mengambil tempat di Kecamatan rongkop. Bertempat di dua tempat yang berbeda yakni Saban dengan potensi masyarakatnya yang adalah pembuat jenang dodol dan Ngampiran yang mayoritas penduduknya adalah pembuat tampah.

Rencananya para peserta akan diajak berpetualang dan melihat berbagai aktifitas yang layak untuk direkam dalam bidikan-bidikan masing-masing fotografer dan membaginya kepada siapa saja untuk membawa manfaat bagi masyarakat. Seni budaya tari topeng ireng, memedi sawah, karawitan ibu-ibu,tari teatrikal dan sesi foto “Blind Shoot” dengan model tari khusus di tempat-tempat yang berbeda-beda akan menjadi daya tarik tersendiri, belum lagi nantinya para peserta akan diajak untuk merasakan kuliner lokal kecamatan yang terletak di ujung timur kabupaten Gunungkidul ini.

Acara yang didukung oleh pemerintah setempat, masyarakat serta insan pecinta fotografi  ini adalah sebuah acara yang diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap majunya potensi lokal, terciptanya ruang-ruang kreatifitas serta kesempatan baru yang diharapkan muncul setelah acara “pagi sore charity fotografi” jogja shutter camp #2 terlaksana.

Para peserta akan ditarik kontribusi minimal 150 ribu untuk keperluan konsumsi, memberikan sumbang sih kepada para penampil, keperluan acara, kepanitaan dan lain sebagainnya sehingga tidak memberatkan bagi masyarakat terutama tuan rumah di mana acara ini berlangsung, selain tentu akan terus diusakan oleh team untuk mengumpulkan dukungan dari berbagai pihak seperti dinas terkait dan lainnya selaku sponsor yang memiliki kepedulian sehingga kegiatan akan terlaksana dengan baik, maksimal dan membawa manfaat bagi semua pihak. (tw/christ)