International Rain Festival 2015

penampilan seorang penari pada acara international rain festival (17/1/2015)

penampilan seorang penari pada acara international rain festival (17/1/2015)

Guyuran hujan yang tak terlalu deras namun merata dan bertahan lama seakan melengkapi maksud acara “international rain festival” yang digelar oleh Mugidance Studio dan puluhan seniman pada hari Sabtu-Minggu (17-18/1/2015) di Dukuh, Krapyak, Desa Pucangan, Kartasura, Sukoharjo.

Acara international rain festival ini dilaksanakan di area Mugidance Studio dengan konsep yang sederhana namun memiliki tata ruang yang asyik dan pencahayaan yang menarik. Para penampil melakukan atraksinya di area persawahan, halaman, panggung, ruang “pendapa” dan tempat yang terbuat dari kandang yang menjadikan latar belakang masing-masing pertunjukan menjadi berbeda.

Para seniman yang tampil pada acara ini datang dari berbagai tempat tak melulu dari solo saja melainkan dari daerah lain seperti Sabuk Janur (Ponorogo), Jemek Supardi, Guntur Mataram, Martinus Miroto (Yogyakarta), Nani Topeng Losari (Cirebon), Studio Titik Dua (Bandung), KomunitasSeni Lobo( Palu), Saung Swara (Salatiga). Tampil juga para seniman dari mancanegara seperti Paolo Rossi (Italia), Victor Hugo (Mexico), Mami Yamamura dan Kaori Okado (jepang), dan masih banyak lagi hingga masyarakat dan penontong yang hadir tak hanya di suguhi pertunjukkan para seniman dari Solo saja.

Kelompok karawitan dari Kodim 0726 Sukoharjo yang adalah group satu-satunya di Indonesia yang para pemainnya berasal dari lingkup kemiliteran nampak tampil juga dengan beberapa lagu di rintiknya hujan tak urung mampu membuat para penonton terkesima lantaran banyak yang dalam kesempatan ini baru kali pertama melihat mereka bermain alat musik gamelan.

Para penonton dan pemain nampak antusias menikmati acara ini meski dalam guyuran, terlebih bagi masyarakat setempat karena mendapat kesempatan menyaksikan pertunjukan yang dilakukan oleh para seniman-seniman ternama dan berkelas international.

Sebuah acara yang sarat dengan kreatifitas, sinergitas yang rencananya akan digelar setahun sekali ini. Acara pada masa hujan yang bisa dikatakan dihindari oleh sebagian orang untuk melaksanakan sebuah kegiatan apalagi pertunjukkan seni budaya.

(foto dan artikel : Chip/tw)