“Pagi Sore Charity Fotografi” Ajang Keakraban Dan Kepedulian Fotografer

Peserta-pagi-sore-charity-fotografi-jogja-shutter-camp

Peserta pagi sore charity fotografi jogja shutter camp

Puluhan peserta membidikkan kamera dalam sesi-sesi yang tertata sederhana namun apik dalam acara “Pagi Sore Charity Fotografi” oleh Jogja Shutter Camp kemarin, 7 desember 2014 di perkampungan segambir, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo.

Acara ini sendiri adalah sebuah rangkai kegiatan yang telah beberapa saat digagas oleh panitia dan diwujudnyatakan dalam acara kemarin. Hadir dalam kegiatan fotografi ini peserta dari kulon progo namun juga kota lain seperti semarang, magelang, bahkan korea yang berbaur dengan penuh keakraban dan keceriaan.

Acara yang dirangkai dari pagi sampai sore ini berisi kegiatan yang diawali dengan acara kenalan sambil menikmati teh, kopi serta makanan ringan berlanjut jelajah fotografi ke masyarakat “penderes nira kelapa” untuk mengabadikan proses pembuatan gula dari awal menderes nira sampai proses cetak gula batok dan kembali ke base camp. Acara dilanjutkan dengan sharing fotografi dalam kelompok-kelompok yang didampingi oleh para fotografer-fotografer handal yang di akhiri dengan makan siang.

peserta tengah memotret penderes nira

peserta tengah memotret penderes nira

Berlanjut dari acara di atas para peserta kemudian diajak oleh panitia untuk mencoba kemampuan memotret acara seni budaya “incling krumpyung” Langen Bekso Wiromo, Gunung rego, Kokap. Di tengah acara incling ini kemudian para peserta diajak oleh panitia untuk jelajah alam di asrinya curug-curug yang ada di segambir dan memotret (blind shoot) model tari bersama Ratri, Rini dan Intan yang menari dengan tanpa diiringi musik. Tak cukup di sini, setelah acara memotret model tari, para peserta di ajak kembali ke camp untuk sharing dan berbagi kesan dan pesan.

Sejauh pantauan teraswarta, acara fotografi ini berlangsung sangat akrab, dan meriah tanpa membedakan “alat” dari mana dan lain sebagainya. Hal ini dipertegas juga oleh panitia yang mengungkapan acara ini memang dikemas untuk ajang belajar bersama, ajang keakraban, serta menumbuhkan sikap “peduli”.

Acara ini sendiri terselenggara atas peran serta warga segambir, karang taruna gunung kukusan, sponsor dan warga yang peduli di jakarta, malaysia dan hongkong serta uang pendaftaran dari peserta yang sepenuhnya digunakan untuk event yang diharapkan mampu mengangkat potensi lokal serta menjadi inspirasi baik untuk masyarakat maupun dunia fotografi.

(foto dan artikel : tw, jenar)