Eksotisme Pantai Banyunibo Pacitan

Pantai Banyunibo / FG : Ys. Wito

Pantai Banyunibo / FG : Ys. Wito

Pantai yang terletak di desa Widoro, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan ini sungguh sesuai dengan namanya. Banyunibo adalah kosakata dalam bahasa Jawa yang artinya air yang jatuh. Pantai Banyunibo memang sebuah pantai kecil, semacam ceruk, dengan pasir putih. Uniknya, di atas pantai ini terdapat sebuah mata air yang sangat jernih. Air yang berasal dari mata air ini mengalir hingga ke tebing dan jatuh ke pasir putih yang ada dibawahnya. Air jernih itu pun bercampur dengan air laut yang setiap saat menyapu permukaan pasir.

Tebing 90 derajat inilah yang menjadi pemisahnya. Meski demikian, kita tidak perlu khawatir ketika ingin bermain di atas permukaan pantainya yang mungil itu. Ada dua jalan yang bisa dilewati. Alternatif pertama melalui anak tangga yang disiapkan oleh masyarakat. Melalui tangga dari bambu ini, kita bisa menuruni tebing yang berdiri kokoh. Alternatif kedua adalah melewati jalur yang sedikit susah. Kita bisa berjalan pelan-pelan melewati aliran air terjun dan bergerak ke arah kanan. Ada sebuah ceruk cukup lebar. Dari ceruk ini, kita bisa bergerak turun sampai ke bawah. Mengingat permukaan tebing yang berlumut, kita harus ekstra hati-hati ketika melalui jalur ini. Tebing berlumut menjadikannya licin.

Di atas permukaan pantai kita bisa menikmati sensasi air laut dan air tawar sekaligus. Air jernih mengalir mengikuti kontur batuan karst dengan pola-pola yang menarik. Lalu, air jernih itu jatuh di atas permukaan pasir putih. Sungguh eksotis. Aliran airnya yang tidak terlalu deras, membuat kita nyaman bermain di bawah guyuran air tawar nan jernih ini. Atau kita pun bisa menikmati sensasi air laut yang sesekali menyapu permuakaan pasir putih yang lembut.

Namun, kehati-hatian harus tetap dijaga mengingat pantai kecil ini dikelilingi tebing cukup tinggi. Setiap saat ombak besar bisa datang. Untuk itulah kita harus patuh pada beberapa tim SAR yang setia mendampingi para pengunjung ketika turun ke bawah. Mereka berasal dari warga masyarakat di sekitar lokasi pantai.

Bagi Anda yang memiliki hobby mancing, di tempat ini Anda bisa menguji kemampuan. Ada beberapa lokasi yang sering digunakan untuk memancing. Berbagai jenis ikan ada di sini. Sejauh ini, wargalah yang memancing sembari menjaga warung atau menjaga keamanan pengunjung.

Lelah bermain-main, tidak usah bingung. Fasilitas penunjang sudah tersedia di sekitar lokasi. Fasilitas MCK ada. Warung-warung yang teduh di bawah pohon pandan siap memanjakan Anda dengan aneka makanan khas. Dari warung-warung ini pun kita bisa menikmati pemandangan yang indah. Angin yang semilir seolah mengajak kita berlama-lama di tempat ini.

Fasilitas-fasilitas penunjang ini melulu di kelola oleh warga. Termasuk, pembukaan dan penataan lahan untuk parkir pun dilakukan oleh warga. Hal ini dibuat untuk menarik wisatawan dan menjadikan mereka nyaman dan betah di tempat ini. Di satu sisi, pengelolaan oleh warga tentu perlu mendapat apresiasi. Di sisi lain, penataan yang dilakukan seolah tidak memperhatikan kecantikan tempat wisata. Fasilitas MCK persis dibuat di bibir tebing di dekat kolam tampungan air yang mengalir ke laut lepas. Warung-warung yang ada didirikan di sepanjang bibir pantai. Tidak ada pagar pengaman yang membatasi para pengunjung dengan tebing pantai.

Situasi semacam ini perlu mendapat perhatian. Tata kelola yang cantik dan menarik tentu akan semakin meningkatkan daya tarik. Imbasnya, jumlah pengunjung akan terus meningkat. Meningkatnya pengunjung yang datang tentu akan berpengaruh pada masyarakat juga. Kesadaran inilah yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat yang ikut mengais rejeki di pantai Banyunibo yang eksotis ini.

Anda tertarik? Silahkan datang dan menikmati sensasinya. Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk bisa sampai ke lokasi pantai ini. Rute pertama melalui Pacitan. Dari Pacitan silahkan mengambil jalan ke arah pantai Klayar. Sebelum pantai, ada pertigaan. Di pertigaan ini ada papan penunjuk ke arah pantai Banyunibo. Jarak yang harus di tempuh dari pertigaan ini berkisar 3 KM. Rute kedua melalui Giribelah, Wonogiri. Dari perempatan Giribelah, silahkan mengambil arah kecamatan Paranggupito. Sesampai di pertigaan depan kantor Camat Paranggupito, silahkan mengambil jalan ke kiri. Ikuti jalan itu hingga sampai di sebuah papan petunjuk: pantai banyunibo. Di titik inilah rute pertama dan rute kedua bertemu. Selamat menikmati eksotisme pantai Banyunibo.

( foto dan artikel : Rm. Ys. Witokaryono, Pr)