Pesona Batik Indonesia Yang Mendunia

Karya batik tulis sembung. FG : Ys. Wito

Karya batik tulis sembung. FG : Ys. Wito

Kain batik telah mendunia. Hampir di setiap tempat kita menjumpai orang-orang yang mengenaikan batik dengan berbagai motif, bentuk, atau mode. Seiring kemajuan zaman, batik telah menjadi komoditi yang menggiurkan. Bahkan, pesona batik diangkat dalam sebuah moment khusus, hari batik nasional. Luar biasa..

Pesona batik terasa demikian menyihir. Tapi, apakah para pengagum batik demikian mengerti dan mengenal bagaimana pembuatan batik yang dipakai itu? Meroketnya batik menjadikan industri perbatikan menggeliat. Menjamurlah pabrik-pabrik yang menghasilkan kain-kain batik, dari yang kualitas bagus hingga ala kadarnya. Umumnya, pembuatan kain batik yang diproduksi masal ini menggunakan metode cap atau cetak. Batik cap dibuat dengan menggunakan cap dalam pencetakannya. Sedangkan batik cetak dibuat dengan menggunakan screen dalam pencetakannya.

Kedua jenis ini lebih mudah dikerjakan dan memakan waktu yang relatif lebih singkat. Masih ada dua jenis pembuatan kain batik yang lebih ribet dan membutuhkan proses yang lebih lama. Tidak mengherankan jika harganya lebih mahal. Kedua jenis itu adalah batik tulis dan batik ikat.

Mungkin Anda tidak pernah membayangkan betapa ribetnya proses pembuatan batik tulis sehingga Anda protes karena mahalnya harga batik tulis. Tapi ketika Anda melihat dan mengetahui persis proses pembuatannya, mungkin Anda akan diam atau bahkan berani membayar lebih.

Untuk menghasilkan sebuah kain batik tulis, setidaknya dibutuhkan tiga proses: pembuatan motif dan pemberian malam, pewarnaan, dan penghilangan malam, sedang bahan yang harus ada untuk membuat batik tulis adalah kain, malam, canting, dan alat penunjang lainnya seperti kompor dan panci kecil untuk memanaskan malam, jagrak untuk meletakkan kain. Jenis kain yang digunakan untuk membatik adalah jenis kain yang bahan bakunya terbuat dari kapas (katun) atau sutera, misalnya kain blacu, poplin, birkolin, santung, prima, premisima, vealisima, linen, dan sutera. Kain tesebut diberi pola baik dengan menggunakan pola yang telah disiapkan atau dengan menuliskannya langsung di atas kain.

Setelah pola terbentuk, langkah berikutnya adalah memberikan malam di atas pola yang ada. Sebelum proses pemberian malam dimulai, malam harus dipanaskan terlebih dahulu pada kenceng di atas kompor hingga mencair. Proses pemberian malam dilakukan dengan cara menuliskan cairan malam ke atas permukaan kain dengan menggunakan alat canting. Cara menuliskannya mengikuti gambar motif yang telah dibuat, dilakukan dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas. Untuk pemberian malam pada gambar motif berupa bidang yang luas digunakan kuas. Bagi mereka yang telah mahir, gambar pola tidak dibutuhkan lagi. Mereka langsung memainkan canting di atas kain putih mengikuti imaginasi yang ada di kepalanya.

Sungguh menyenangkan melihat jari-jari keriput yang memegang canting itu dengan cekatan menorehkan cairan malam ke atas kain putih. Tidak ada cetakan atau pola yang tergambar. Namun, imaginasinya langsung mengalir bersama tarian canting di atas kain putih itu.

Proses pembuatan batik belumlah selasai. Masih ada proses berikutnya yang harus dilalui. Lebih ribet ketika harus memberikan warna-warna sesuai dengan karakter yang hendak dihasilkan. Proses yang panjang itu harus dilalui dengan setia dan penuh ketekunan.

Semakin mendunianya kain batik, peluang bisnis pun semakin terbuka. Tidak hanya sekedar peluang bisnis, namun ada sebuah peluang baru yang bisa digarap dengan menggunakan media kain batik. Peluang itu adalah mengangkap potensi daerah. Motif-motif baru bisa diciptakan seturut kekhasan daerah masing-masing. Kekhasan itu tinggal digarap dan diwujudkan dalam sebentuk motif kain batik. Dibutuhkan juga orang-orang yang tidak hanya memikirkan bisnisnya semata, namun dibutuhkan orang-orang yang peduli dengan kemajuan daerah. Usaha itu perlu dibarengi dengan promosi yang terus menerus. Semakin banyak promosi yang dilakukan, semakin terbuka peluang untuk dikenal.

Seiring kemajuan zaman, dunia bisa direngkuh dalam hitungan detik. Inilah peluang yang harus ditangkap. Inilah wahana yang harus disiasati oleh siapa pun yang peduli dengan kemajuan. Dengan selembar foto dan sedikit tulisan, ribuan orang bisa mendatangi Anda.

Foto dan artikel : Rm. Ys. Witokaryono, Pr

Re-post dan Editor : Chipriant