Merti Desa Di Demangrejo : Menggugah Peduli Seni Budaya

Acara Tirakatan (doa bersama) masyarakat desa demangrejo

Acara Tirakatan (doa bersama) masyarakat desa demangrejo

Ratusan orang datang pada acara merti desa Demangrejo semalam tadi (19/9/2014). Para pedagang mainan, makanan dan masih banyak lagi lainnya semakin menyemarakkan acara di balai desa demangrejo yang berlangsung dengan sederhana namun mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan terkemas dengan cukup menarik.

Apabila pada tahun-tahun sebelumnya acara merti desa yang adalah perwujudan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas rejeki, kesehatan, serta hasil panen diisi dengan acara pagelaran wayang semalam suntuk atau tirakatan saja, acara semalam adalah kali pertama masyarakat secara swadaya menghendaki pelaksanaan dalam bentuk yang lain yakni pelaksanaan acara dua hari berturut-turut (19-20 september 2014) dengan menampilkan kreatifitas dan potensi seni budaya masyarakat setempat dan wayang kulit dengan lakon “petruk nagih janji” oleh dalang Ki Bagong Hadi Widodo.

Sanggar tari “timbang dolan” yang anggotanya anak-anak membuka acara dengan membawakan sajian tari-tarian seperti joget kenes menoreh dan tari angguk. Acara kemuidan dilanjutkan dengan acara tirakatan berupa doa yang terbagi menjadi dua kelompok, acara macapat, geguritan dan gojek lesung oleh group Pametri Budaya Jawi (PAMBUJA) serta orkes Salada dari Belik.

Sanggar tari "timbang dolan" yang tampil dalam merti desa demangrejo

Sanggar tari “timbang dolan” yang tampil dalam merti desa demangrejo

Kegiatan merti desa atau bersih desa Demangrejo ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat serta bentuk “nguri-uri” kebudayaan jawa. Memperkenalkan seni budaya, kreatifitas serta mengajak masyarakat untuk peduli kembali kepada kebudayaan sekaligus menghidupkan potensi yang ada, terlebih pemerintah saat ini sangat mendukung program-program seni budaya. Hal ini diungkapkan oleh kepala desa Demangrejo, Gunawan di sela-sela acara kepada teraswarta semalam tadi.

Sebuah acara menarik sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat, bertemu bersama dengan rukun dalam bentuk doa serta kesenian yang muncul dari masyarakat setempat sebagi bentuk potensi dan kreatifitas yang layak mendapat dukungan serta apresiasi tersendiri. Dan bagi Anda yang menyukai pagelaran wayang kulit bisa menyaksikannya nanti malam di desa Demangrejo, Sentolo, Kulon Progo. (tw)