Merti Bakpia : Rebutan Bakpia di Kampung Pathuk

Gunungan lanang di acara merti bakpia

Gunungan lanang di acara merti bakpia

Masyarakat kampung Pathuk, tumpah ruah pada minggu sore 14/9/14 yang lalu sekitar jam 15.30 masyarakat sudah berkumpul memadati sepanjang jalan. Kampung Pathuk memang terkenal dengan oleh-oleh khas Yogyakarta yaitu bakpia. Jalan masuk dari daerah arah barat Ngampilan sudah ditutup sementara dari arah timur JL. Bhayangkara juga ditutup. Semua berkumpul sesak dan padat mulai dari anak-anak sampai dengan orang tua berjejal dalam acara Merti Bakpia.

Sebuah panggung kesenian tradisional di gelar di depan gerbang Pabrik Tegel Kunci yang sudah tutup. Sebelumnya bakpia yang disusun dan dihias dalam bentuk gunung tersebut diarak oleh rombongan prajurit bergada. Memainkan musik dengan irama dan langkah khas bergada Yogyakarta. Gununan bakpia tersebut terdiri dari dua gunungan yaitu gunungan lanang dan gunungan wadon. Semua gunungan berisi bakpia dengan ditata rapi dan berjajar dibungkus plastik.

Setelah diarak sampai dengan depan panggung utama, gunungan lanang dan gunungan wadong didoakan oleh panitia. Doa selesai, kemudian acara sambutan oleh Haryadi Suyuti. Baru secara simbolis dilakukan pengambilan bakpia oleh walikota, gunungan lanang di arak berjalan ke arah barat dan gunungan wadon ke arah timur.

Pada saat aba-aba sudah dikumandangkan masyarakat berebut gunungan bakpia dengan suka ria. Tak peduli berdesak-desakkan yang penting mereka bisa mendapatkan bakpia. Gunungan lanang yang paling cepat habis direbut oleh warga yang didominasi oleh anak-anak dan remaja. Selain bakpia, di dalam gunungan lanang terdapat beberapa voucher yang bisa ditukarkan dengan bakpia satu kotak.

Sepanjang jalan kampung pathuk juga terdapat stand bakpia yang menyediakan bakpia gratis yang secara langsung dimasak ditempat. Pengunjung bisa mencicipi bakpia dari berbagai macam rasa yang biasa diproduksi oleh seluruh penjual bakpia di kampung Pathuk. Makan bakpia mungkin sudah biasa bagi warga kampung Pathuk, tetapi rebutan gunungan bakpia itulah yang luar biasa dan unik.

[Foto dan Artikel : Elyandra Widharta]