Lomba Mancing Dalam rangkaian HutKemRi Di Brisbane -Australia

Peserta lomba mancing dalam peringatan HUT RI ke 69

Peserta lomba mancing dalam peringatan HUT RI ke 69

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 69 sebuah acara lomba mancing diadakan oleh warga Indonesia di Brisbane australia. Berikut reportasenya untuk Anda :

Lomba saat ini memang jauh berbeda dengan tahun lalu, biasanya ada beberapa kali pertemuan untuk mendekati sungai di malam hari dari jam 21.00 – 03.00. Ada yang membawa kursi sendiri,jongkok ataupun berdiri dipinggir sungai yang terkadang ada juga gigitan nyamuknya. Sering kita membawa bekal makanan dan alat memasak,Indomie ,nasi ataupun daging ayam untuk dimasak dan dimakan bersama-sama dan bahkan BBQan dengan lamb chopnya.Hampir setiap taman disini ada alat BBQnya yang bisa digunakan siapa saja tidak dipungut beaya tapi harus membersihkannya setelah dipakai.Kebetulan lokasi mancingnya dekat taman sehingga kita bisa menggunakan alat BBQnya.

Hasil dari lomba tahun lalu sangat bervariasi,ikan Brem, Salmon, Ikan pari, belut, Jew fish,Kepiting, kura-kura dan yang sering disebut ikan Ngok alias lele karena suaranya..ngok..ngok. Lele tidak disenangi dan seandainya dapat ikan ini maka jelas akan dikembalikan karena tidak enak rasanya(beda dengan lele di Indonesia).

Hasil tangkapan disini harus menuruti aturan..seandainya ukurannya legal/sah maka boleh dibawa pulang ,kalau tidak sah..maka ikan tersebut akan direlease atau dilepas lagi.

Tahun 2014 ini,ada usulan untuk mancing ditengah laut dengan sewa perahu. Salah seorang teman yang buat laporn ini mencari informasi dan dapatlah satu perahu dengan nama Discovery Fishing yang bisa memuat 12 orang saja.Rencana mancing adalah dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore denga beaya $125 AUD setara Rp.1.250.000 per orang. Kenytaannya baru jam 6.15 kami berangkat karena menunggu saya yang terjebak oleh pengalihan rute untuk lari Marathon. Sekitar 20 menit teman kami sudah mulai mabuk karena memang gelombang yang tinggi dan terlambat minum antimo. 45 menit kemudian sampai ditengah laut, kamipun memancing dengan umpan ikan dan cumi-cumi dan berharap akan mengangkat ikan besar. Tak satupun ikan ditangkap dan kamipun menjauh mencari posisi dimana banyak ikannya, terlihat di GPSnya banyak ikan..kamipun berhenti dan melemparkan pancing lagi,hanya 2 pemancing yang dapat ikan dan itupun ikan karang yag berwarna Merah(bagus memang) namun dilepas lagi karena kecil.

Pindah lagi tempatnya dan ombak semakin tinggi dan besar, bahkan nampak lebih tinggi dari perahu kami.Mancingers(sebutan yang sering kami gunakan)tambah banyak yang tumbang karena tak kuat menahan dingin dan deburan ombak yang menghantam dan mengombang-ambingkan perhu kami. Kami yang tidak mabuk bersendau gurua mengejek teman-teman yang sudah pucat wajahnya dan yang tiduran terus.“Ayo mancing,katanya mau mancing ngapain pada tiduran“.Tak ada jawaban dari mereka.

Suasana acara mancing di laut

Suasana acara mancing di laut

Beberapa kali seekor Dolphin memunculkan dirinya didekat perahu kami dan ini sebagai hiburan kami yang tidak satupun ikan bisa diangkat keatas permukaan.

Tak ada tanda-tanda ikan yang mau memakan umpan kami, maka kamipun memutuskan untuk lebih awal meninggalkan gelombang laut yang tinggi dan dinginnya udara. Sekitar jam 1.30pm kami sampai didaratan, wajah-wajah yang pucat sudah mulai tertawa dan bisa berbicara,bersendau gurau mengungkapkan pengalamannya.

Ayo foto bersama dulu sebagai kenangan pintaku, lalu saya minta tolong crew perahu untuk mengambil foto. Masih direncanakan untuk membubarkan acara ini, Minggu depan mancingers akan mengakhiri dengan makan bersama,BBQ sambil mancing dipinggir sungai. Salam dari kami para mancingers di Brisbane-Australia.

(Foto dan artikel : A. Yogiyono)