Festival Kuliner Banjaroya 2014

Peserta lomba memasak di Festival Kuliner Banjaroya 2014

Peserta lomba memasak di Festival Kuliner Banjaroya 2014

Untuk ke dua kalinya Desa Wisata Banjaroya menyelenggarakan kegiatan Festival Kuliner Banjaroya yang diikuti oleh 50 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri atas 2 orang. Terbagi atas dua kategori peserta lokal dan umum pada hari sabtu dan minggu (20-21/09/2014).

Festival Kuliner Banjaroya 2014 kali ini didukung penuh oleh Dinas Pariwisata DI. Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Kulon Progo, bertempat di Rest Area Pasar Bendo, Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo, DI. Yogyakarta.

Pendaftaran gratis memperebutkan total hadiah 45 juta rupiah berbentuk uang pembinaan dan piala ini tak urung menarik antusiame dan minat yang besar dari peserta . sebuah acara yang dihadiri oleh warga sekitar banjaroya dan juga berbagai tempat lain untuk tentu saja tak hanya menyaksikan, namun juga ingin mengetahui jenis masakan yang dihasilkan dari bahan lokal, hal ini diungkapkan oleh salah seorang penonton dari kota yogyakarta.

Pada pelaksanaan yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan bazar makanan lokal, lomba memasak pada hari sabtu, 20 September 2014 dengan lomba masak berbahan baku singkong dan Iwak Kali (peserta lokal dari banjaroya), lomba memasak pada hari minggu, 21 September 2014 dengan lomba masak berbahan baku Jagung dan Durian ( peserta umum), live Musik, games Kuliner, dan juga kesenian tradisional Anguk Sabdo Lestari menjadi salah satu sajian menarik dan inspiratif bagi tak hanya peserta namun juga penonton yang hadir.

Hadir dalam kesempatan kemarin (minggu, 21/09/2014) Bupati Kulon Progo, Dr. H. Hasto Wardoyo, SpOg (k) yang secara khusus memberi semangat serta apresiasi atas festival kuliner ini, sekaligus membuka lomba kedua yang berlangsung meriah. Nampak hadir juga Wakil Bupati beserta pejabat-pejabat pemerintahan setempat yang kemudian bersama-sama berkunjung, berkeliling di area para peserta lomba.

Lebih lanjut panitia juga mengungkapkan acara ini adalah sebagai ajang promosi sekaligus mendorong kreatifitas warga masyarakat dalam mengolah kuliner lokal menjadi semakin berkualitas sehingga diharapkan tidak akan tenggelam oleh banjirnya produk-produk impor.

(foto dan Artikel : TW/ chip)