Eksotisme Curug Gede dan Luweng Sampang Gunungkidul

Curug Gede, debit airnya besar pada saat musim penghujan

Curug Gede, debit airnya besar pada saat musim penghujan

Sahabat teraswarta, masih bersama dengan reportase Rm. Ys. Witokaryono, Pr menelusuri berbagai tempat-tempat menarik dan potensial daerah-daerah di Nusantara. Berikut adalah dua tempat wisata yang berada dekat dengan Embung Nglanggeran untuk Anda. Sebuah artikel yang layak untuk dibagi sebgai hal bermanfaat dari bagian tulisan-tulisan yang akan membantu Anda menemukan tempat-tempat indah untuk berekreasi atau mengetahui betapa kayanya Nusantara.

Berada di antara obyek wisata Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran Anda bisa juga menelusuri jalan desa dengan mengambil arah ke kiri hingga sampai ke jembatan gantung yang hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. Namanya jembatan Lemah Abang. Di bawah jembatan ini, tersembunyi sebuah keindahan alam yang eskotik: air terjun dengan ketinggian 30 meter atau biasa di sebut Curug Gede. Nama sungainya sungai Gembyong. Menurut penuturan warga, sungai ini sekaligus menjadi penanda perbatasan Gunung Kidul dan Sleman.

Curug Gede termasuk unik. Curug ini sungguh mengandalkan debit air yang berasal dari air hujan. Ketika saya menjejakkan kaki di sana, hujan sudh turun dua minggu yang lalu sehingga debit airnya sangat kecil. Namun masih menyisakan keindahannya. Apalagi jika debit air sungai besar, tentu akan menjadi sebuah pemandangan yang luar biasa. Tidak menyesal saya sampai di sana meski air terjunnya kecil. Saya pun mencoba menelusuri sungai . Penelusuran saya berakhir di bawah jembatan Lemah Abang. Dalam penelusuran itu, saya berjumpa dengan dua curug yang berukuran lebih kecil. Gemericik air yang jernih itu sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja.

Sayangnya, pesona keindahan itu sedikit ternoda dengan ulah pengunjung yang membuat sampah di sembarang tempat meski sudah ada himbauan untuk meletakkan sampah pada tempat yang disediakan. Selain itu, keindahan alam ini juga belum dikelola dengan maksimal. Hanya ada tempat penitipan sepeda atau mobil yang dikelola. Terletak di dekat jembatan Lemah Abang. Tidak adanya penerangan menjadikan waktu kunjung dibatasi oleh alam itu sendiri. Para pengunjung sendiri yang harus bisa mengatur waktu supaya bisa kembali ke tempat parkir dengan nyaman.

Jika dari perempatan Anda mengambil jalan lurus, Anda akan sampai ke desa Sampang, Gedangsari. Dari jalur ini, luweng Sampang terletak tepat di kanan jalan. Ada sebuah tempat parkir yang dikelola salah satu warga.

Pesona Luweng Sampang

Pesona Luweng Sampang

Luweng Sampang tergolong unik. Dengan ketinggian sekitar 5 meter saja, keindahan pola bebatuannya akan mengingatkan kita pada Grand Canyon. Pola bebatuan yang berlapis-lapis sungguh eksotik. Konon, luweng ini pernah digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk bertapa. Bekas bertapa ada di dalam luweng yang terlihat berupa batu yang datar. Sama dengan curug Gede, Luweng Sampang juga tergantung pada debit air yang berasal dari curah hujan. Ketika musim kering, debit air yang meluncur sangat kecil. Namun, pesona bebatuannya sungguh eksotik dan menarik untuk dijadikan tempat tujuan wisata.

Foto dan Artikel : Rm. Ys. Witokaryono, Pr

Editor : Chipriant