Bangsal Kepatihan: Pagelaran Wayang Orang Gaya Yogya Selama Tiga Malam

salah satu adegan tari dalam fragmen Jumenengan Prabu Galithi

salah satu adegan tari dalam fragmen Jumenengan Prabu Galithi

Selama tiga malam berturut-turut Bangsal Kepatihan yang beralamat di Danureja, Yogyakarta atau seputaran Malioboro akan mengadakan pagelaran wayang orang gaya Yogyakarta. Dimulai pada hari Kamis (18/09) sampai Sabtu (20/09) akan digelar beberapa lakon/ fragmen wayang wong (orang) di setiap malamnya.

Pada malam pertama, Kamis (18/09) akan diadakan pementasan tari Bedhaya Harjuna Wiwaha dan diteruskan dengan pementasan cerita Jumenengan Rama atau fragmen Ramayana, pada Jum’at malam (19/09) menampilkan tari Bedhaya Sapta dan dilanjutkan dengan fragmen Jumenengan Prabu Galithi, dan malam terakhir Sabtu (20/09) akan ditampilkan tari Srimpi Muncar dan dilanjutkan oleh tari Topeng Wayang Wong.

Dalam tari Srimpi Muncar yang akan di tampilkan besok terdapat sesuatu yang sangat spesial, yaitu salah satu penarinya akan diisi oleh GKR Pembayun, Putri sulung Raja Yogyakarta, Sri Sultan HB X.

Dalam sambutannya kamarin Sri Sultan HB X yang dibacakan oleh GBPH Yudhaningrat, mengatakan bahwa pementasan wayang orang tersebut adalah bagian dari pelestarian budaya serta menjadi ke-khasan DIY sebagai daerah yang masih menjunjung budaya Jawa yang sangat adiluhung. Selain itu juga dengan pamantasan ini diharapkan  dapat menjadi ruang berkreasi para seniman Jogja serta menjadi khasanah budaya yang ada di Indonesia.

DSC_1931

Di singgung tentang rencana GKR Pembayun akan menarikan tari Srimpi Muncar, GBPH Yudhanegara menanggapi bahwa hal tersebut sudah sewajarnya sebagai putra-putri Keraton. Karena sebagai keluarga Keraton kegiatan menari merupakan aktifitas wajib yang harus dilakukan, mencerminkan budaya Jawa yang melambangkan sifat tepa slira, keluwesan, dan lemah lembut.

(Foto dan artikel : Hanung H)