Festival Gerobak Sapi 2014 Maguwoharjo

Sri Sultan HB X

Sri Sultan Hamengku Buwono X di acara Festival Gerobak Sapi 2014

Ratusan pemilik gerobak sapi dari berbagai tempat di DIY berkumpul menjadi satu di acara “Festival Gerobak Sapi 2014” di lapangan Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta mulai hari sabtu sampai minggu (23-24/8/2014). Satu acara yang selalu mendapatkan perhatian masyarakat sekitar yogyakarta bahkan daerah lain.

Acara festival gerobak sapi ini menjadi salah satu ciri khas kabupaten Sleman, dikoordinasi oleh karang taruna dari wedomartani, ngemplak, sleman bekerja sama dengan pemerintah kabupaten serta pendukung lainnya.

Di hadiri dan dibuka secara langsung oleh Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, acara yang bertambah marak dan meriah dari pelaksanaan tahun- lalu ini tak melulu mengumpulkan para pemilik kendaraan tradisional masa lalu ini dan melakukan karnaval, melainkan ada juga berbagai kegiatan yang menarik.

Terdapat beberapa acara lomba dalam kegiatan lomba kali ini mulai dari lomba menghias gerobak, lomba, memodifikasi gerobak sampai dengan lomba fotografi yang bisa di ikuti oleh para peserta dan juga pengunjung acara festival gerobak sapi tahun 2014 ini. Sapi off road pun menjadi salah satu lomba yang mendapatkan perhatian lebih lantaran memang sangat jarang acara semacam ini ada. Sebuah lomba mengendalikan kendaraan tradisional dengan penarik utama sapi ini, memacunya dan melalui berbagai rintangan yang telah disediakan oleh panitia untuk di atasi.

Sesi lomba dalam acara festival gerobak sapi 2014

Sesi lomba dalam acara festival gerobak sapi 2014

Acara festival gerobak sapi tahun 2014 yang dilaksanakan dua hari, yakni sabtu dan minggu 2014 ini adalah pelaksanaan yang kedua dengan peserta yang mencapai sekitar 173 gerobak sapi, meningkat lebih banyah dari pelaksaan pertama.

Hampir sama dengan tahun lalu, para peserta ini datang dengan berbagai cara mulai dari membawa gerobak dengan kendaraan dan juga datang dengan cara menaikinya langsung dari kediaman mereka. Beberapa peserta yang ditanyai menyoal kegiatan ini mengatakan hal senada, yaitu merasa sangat senang meski biaya yang dikeluarkan tentu tidaklah murah untuk mengikuti festival.

Mereka juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan sehingga kendaraan tradisional yang menjadi andalan masa lalu ini akan tetap ada dan terjaga meski kemajuan dunia transportasi berkembang pesat saat ini.

Sebuah acara yang menarik dan mampu menjadi daya tarik tersendiri tentunya bagi wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang ingin sekedar melihat atau mungkin merasakan menaiki trasportasi tradisional ini.

(Foto dan artikel : A. Ajisoko)