Pegelaran Wayang Kulit “Bimo Suci”

pagelaran wayang

Pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Seno Nugroho dengan lakon Bimo Suci digelar semalam tadi di desa Baturetno, Banguntapan, Bantul, Yoyakarta. Sebuah atraksi kesenian tradisional jawa salah satu kekayaan intelektual, cipta juga karsa miliki Nusantara.

Sebuah acara yang didukung penuh oleh masyarakat serta Dinas Pariwisata Provinsi DIY. Hal ini nampak dalam banyaknya masyarakat yang hadir semalam tadi (12/6/2014). Acara yang juga dihadiri oleh para pejabat pemerintah kabupaten serta dinas pariwisata pada khususnya. Yang menarik adalah adanya acara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya oleh seluruh khalayak yang hadir sebagai acara pokok pembuka pertunjukan wayang kulit semalam suntuk ini membawa suasana yang bernuansa lain sama sekali.

Lurah desa ini dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan kali ini adalah sebagai salah satu cara mendukung lestarinya budaya serta tradisi jawa agar lestari dan berkembang, terbentengi dari masuknya budaya-budaya barat yang seringkali tidak selaras dengan tradisi-tradisi ketimuran. Selain acara ini juga sebagai acara rasa syukur karena sebelumnya desa ini mendapatkan peringkat juara I pada lomba desa kabupaten Bantul.

Sementara itu mas Edy kurnianto yang juga hadir dalam acara ini mewakili dinas pariwisata DIY memberikan keterangannya bahwa kegiatan semacam ini adalah kegiatan putaran ketiga setelah sebelumnya diadakan dua kegiatan di tempat yang berbeda yakni di desa budaya Mantub serta di Sewondanan, Puro Pakualaman, yogyakarta. Sebuah acara yang yang dalam rencana kedepan akan dilakukan sebanyak delapan kali dalam setahun.

Lebih lanjut beliau menerankan bahwa kegiatan ini adalah sebagai sebuah dukungan akan kreatifitas, potensi serta “nguri-uri” kebudayaan dalam bentuk atraksi-atraksi kesenian agar tidak hilang juga “roh” tradisinya, selain tentu juga memberikan sebuah tampilan yang menghibur penonton sehinggga harapannya akan juga mengundang banyak wisata datang karena desa Baturetno adalah salah satu desa dengan berbagai potensi di dalamnya.

“Jogja memang istimewa” yang jadi salah satu slogan setiap kegiatan Dinas Pariwisata secara khusus program ODTW atau Obtek Dan Daya tarik wisata ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar yogyakarta memang sungguh selalu istimewa baik wisata maupun budayanya sehingga menjadi jujugan utama wisatawan, menutup perbincangan santai kami di sela ramainya penonton serta pertunjukan. (tw-ctn)