Festival Seni Tradisi Mitra Praja Utama 2014

Pertunjukan Tari Kawit Legong, Provinsi Bali

Pertunjukan Tari Kawit Legong, Provinsi Bali

Sebuah acara akbar digelar di Puro pakualaman dan Monumen Serangan Umum 1 Maret yang dibuka pada hari selasa (24/6/2014) kemarin dan akan berlangsung sampai dengan tanggal 25 juni 2014 esok hari.

Acara ini sendiri diikuti oleh 10 provinsi yang bekerjasama dalam bingkai Mitra Praja Utama yang salah satunya adalah dengan rangkaian kegiatan yang diadakan selama 3 hari ini. Sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mengangkat kesenian tardisional yang sarat dengan nilai-nilai luhur, kearifan lokal, dan sekaligus menjadi salah satu bentuk identitas daerah dan nasional. Sebuah acara yang selain sebagai bentuk upaya memperkenalkan seni tradisi juga memperkokoh persatuan di antara anggota MPU ini. Hal ini terungkap di dalam sambutan Kepala dinas Kebudayaan DIY, Drs. GBPH Yudaningrat, MM.

Acara ini yang seharusnya dibuka oleh Gubernur DIY, Sri ultan Hamengku Buwono X semalam tadi juga diwakili oleh Asek I dikarenakan berhalangan hadir. Dalam kesempatan ini perwakilan Beliau Sri Sultan Hamengku Buwono X juga menyampaikan harapan-harapannya yang pada intinya ingin agar acara ini sungguh mampu menjadi salah satu sarana untuk nguri-uri serta memperkenalkan budaya serta seni tradisi yang Adi luhung.

Kegiatan festival seni tradisi MPU 2014 ini dalam acara kemarin Dibuka dengan Greget Mataram serta menampilkan kesenian-kesenian dari berbagai propinsi seperti Bali dengan Kawit Legong, Jawa Timur dengan Sayembara Sada Lanang, Jawa Tengah denan Dolalak Lentera Jawa 2 dan masih banyak lagi meski dalam kesempatan kemarin (24/6/2014) dari Provinsi Lampung berhalangan hadir.

Tari Greret Mataram dalam acara pembukaan MPU 2014

Tari Greret Mataram dalam acara pembukaan MPU 2014

Selain dari penampil dari beberapa provinsi juga tampil dari perwakilan yang datang dari 4 kabupaten dan 1 kota di Yogyakarta dengan mengusung kesenian masing-masing untuk dibawakan.

Acara City Tour pada hari ini juga menjadi agenda tersendiri dengan acara mengunjungi Keraton Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu di Lereng Merapi serta tempat-tempat lain di Yogyakarta oleh ke peserta yang hadir sebagai wakil dari 10 Provinsi ini.

Antusiasme para penonton nampak dalam acara yang digelar di titik 0 kota yang memang sudah terkenal dengan keramaian ini, sehingga tentu harapannnya ini menjadi salah satu media yang mampu memperkenalkan kepada wisatawan manca maupun lokal agar tahu kekayaan-kekayaan tradisi yang ada. Ini mungkin karena dalam setiap tarian yang dipentaskan memiliki cerita masing-masing yang menjadi semakin menarik untuk diikuti. (tw)