DanceAbility Indonesia di Tembi Rumah Budaya

danceability 1 tw

Minggu, 8 juni 2014 bertempat di tembi rumah budaya tembi berlangsung eksebisi dan sarasehan DanceAbilty Indonesia. Komunitas DanceAbility Indonesia terbentuk di yogyakarta setelah terselenggaranya workshop tari danceability pada bulan april 2013. Komunitas ini terdiri dari orang – orang yang mempunyai latar belakang yang berbeda, mulai dari penari, pendidik hingga orang orang yang tidak ada hubungannya dengan kesenian sama sekali.

Eksebisi yang dilakukan 8 juni 2014 di Tembi rumah budaya ini mempersembahkan tarian dengan konsep DanceAbility yaitu kerjasama, komunikasi, kesatuan, ketergantungan dan kemampuan.

Sejarah tarian DanceAbility diciptakan oleh Alito Allesi seorang penari Amerika, pioner dan koreografer yg fokus dalam bidang tarian improvisasi dan disabilitas. Dimulai pada tahun 1987, Alito Allesi mulai menyebarkan tarian DanceAbility kepada semua orang melalui berbagai pertunjukan, program edukasi, teacher training dan juga workshop di berbagai negara. Beberapa dari murid – muridnya telah mengembangkan dan melanjutkan tarian DanceAbility dengan membangun komunitas di negaranya masing masing.

danceability 2 tw

Di Indonesia, khususnya Yogyakarta, komunitas DanceAbility Indonesia di motori oleh Desyana Wulani Putri dan Nurul Jamilatul Khasanah. Menurut mereka, Komunitas DanceAbility Indonesia percaya bahwa tari adalah salah satu bentuk resprentasi atas apa yang ada di sekitar kita. Mereka menyadari dibutuhkanya unsur – unsur keberagaman dalam tarian itu sendiri, sebagai refleksi yang jujur dari bentuk masyarakat yang ada.

Segala perbedaan latar belakang, pendidikan, ekonomi, gender dan keberagaman apapun bukanlah hal yang selayaknya mensegregasikan orang – orang yang terlibat di dalamnya. Berangkat dari itulah kemudian tercetus sebuah ide yaitu komunitas DanceAbility dalam gerak expresif para penarinya dalam kerangka mengembangkan kultur inklusif serta menciptakan desain tanpa diskriminasi dan isolasi bagi para penderita kebutuhan khusus. Dan mereka menyadari sepenuhnya bahwa tarian DanceAbility bukanlah satu – satunya solusi demi mewujudkan dunia tanpa sekat, tapi apa yang mampu kami lakukan disini adalah “KOMUNITAS DANCEABILITY INDONESIA” bisa menjadi salah satu ruang dimana kita dapat mulai berbicara, menciptakan bahasa baru dalam bergerak, untuk selanjutnya berkomunikasi dengan dunia dengan bahasa yang setara. (artikel dan foto : Hendro P)