Permainan 2 : Petak Umpet

petak umpet

Permainan petak umpet bisa jadi adalah permainan yang anak-anak pada masa ini, ditahun 2014 ini sudah sangat jarang yang melakukan. Bisa jadi malah sebagian anak-anak tidak mengenal adanya permainan tradisional ini.

Sebuah permainan yang pada masa lalu menjadi permainan yang sangat seru di manapun tempatnya. Selain permainan ini juga mengandung berbagai makna yang baik seperti nilai kejujuran, nilai kestia kawanan, nilai usaha yang sungguh-sungguh dan masih banyak lagi.

Petak umpet adalah permainan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan salah satu orang yang saat melakukan “hompipa” atau undi mengalami kekalahan. Istilah kucing dan tikus menjadi istilah yang digunakan pada umumnya. Seperti pada kenyataan alamnya bahwa kucing ini akan mencari mangsa yakni tikus.

Diawali dengan peserta permainan yang menjadi tikus ini menutup mata dengan menempelkan dahi atau tangan pada sebatang pohon atau tembok yang digunakan sebagai rumah kucing atau “inglo”. Pemain lain yang berperan sebagai tikus lantas mulai mencari tempat-tempat persembunyian yang sebaik mungkin, yang jaraknya tentu tak jauh dari sang kucing. Tujuannya adalah saat sang kucing membuka mata, para tikus telah tidak ada dan nanti tugasnya memang mencari. Persembunyian dimulai dengan hitungan yang dilakukan oleh sang kucing. Biasanya ada 15 sampai 20. Sang kucing saat pada hitungan ke 10 atau 12 dan lain sebagainya akan berkata dengan lantang, “sudah belum?” dan saat sudah tidak ada yang menjawab “belum” artinya semua tikus telah berada dalam persembunyian terbaiknya.

Dari sinilah sang tikus mulai mencari. Saat telah menemukan maka sang kucing harus menyebut nama dari teman yang berperan sebagai tikus sambil belari menyentuh inglo. Demikian seterusnya sampai tikus-tikus tersebut ditemukan. Orang yang pertama ditemukan inilah yang akan menggantikan tugas sang kucing. Hanya, apabila saat mencari tikus-tikus yang adalah temannya dan ada satu tikus yang mampu memegang inglo terlebih dahulu dari sang kucing maka permainan harus diulang dengan pemeran kucing masih sama. Istilahnya kalah oleh sang tikus yang menawan rumah sang kucing dan meminta teman-temannya dibebaskan.

Permainan juga gugur dan harus masih dengan kucing yang sama apabila keberadaan teman yang belum diketaui dibuka oleh tikus-tikus yang telah tertangkap sebelumnya.

Cukup mudah bukan? Sebuah permainan tradisional yang layak untuk diingat kembali sebagai salah satu kekayaan permainan nusantara. (team teras – berbagai sumber)