Pentas Kethoprak Duren, Pemersatu Keragaman

kethoprak

Sebuah pertunjukan kesenian tradisional yang mengangkat budaya lokal diadakan oleh OMK Pakem bekerjasama dengan masyarakat digelar di desa Duren pakem pada malam kamis yang lalu. Sebuah pegelaran dalam rangka perayaan paskah Paroki Pakem.

Yang menarik dalam pertunjukan yang digelar ini adalah para pemain dan panitia berasal dari berbagai kalangan lintas agama. Hal ini ditegaskan juga oleh pimpinan Budi Waluya, Beliau mengatakan sanggar Cakra Manggala ini berdiri semenjak tahun 2011 yang lalu.. Sebuah sanggar yang berdiri oleh karena melihat potensi yang ada terutama pada kalangan muda dan anak-anak.

Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa dengan adanya sanggar ini juga menjadi jembatan pemersatu antar agama, meski pementasan dalam rangka paskah namun biasanya juga mengadakan pertunjukan lain seperti saat hari pangan sedunia dan lain sebagainya. Hal ini semakin jelas juga dengan pertunjukan malam kamis (30/4/2014) kemarin yang pemainya adalah anak-anak, kawula muda, keluarga muda serta lainnya yang berbaur dalam unjuk kesenian yang beraneka ragam.

tari anak

Antuasiame masyarakat juga muncul dan sangat terlihat jelas di sana. Keteraturan parkir dan lain sebagainya dilakukan oleh pemuda setempat dengan sangat baik.

Lurah desa ini, Bapak Heri Swasana menyatakan dukungan besar atas acara semacam ini yang telah berulangkali diadakan. Salah satu alasan dukungan ini adalah selain sebagai ajang menjaga dan melestarikan kebudayaan Nusantara serta kearifan lokal melalui bahasa jawa yang harus dikenal oleh anak-anak muda juga sebagai salah satu cara untuk semakin mempererat kerukunan antar umat beragama.

Sebuah pagelaran kesenian dengan berbagai macam pertunjukan ini di puncak acarannya adalah pementasan kethoprak dengan lakon “Joko Kendil”. Sebuah acara yang semoga mampu menjadi inspirasi juga bagi yang lain untuk melestarikan warisan budaya serta menjaga kerukunan antar agama maupun golongan. (Team Redaksi)