Pementasan : “Pandita In Love” di Museum Affandi Yogyakarta

hadirilah

Whani Darmawan Project management akan mempersembahkan pentas Story Telling oleh Whani Darmawan berjudul “pandita in love”. Pentas akan digelar pada tanggal 12-13 Mei 2014 pukul 19.30wib di museum affandi Yogyakarta.

 “Pandita in Love” adalah adaptasi dari cerita The Priest of Shiga Temple and His Love karya Yukio Mishima yang diterjemahkan oleh Sapardi Djoko Damono. Cerita yang berkisah tentang peristiwa dua tokoh utamanya; yaitu seorang pendeta dan selirnya. Menurut Whani “cerita ini adalah Peristiwa bergetarnya perasaan, tumbuh-tumbangnya keinginan masing-masing, cerita yang mengurai pilihan sikap tragis dan mulia.” Ia juga menambahkan bahwa: “pentas ini ditujukan untuk para pemimpin atau siapa pun yang ingin mengambil keputusan-keputusan secara sadar”.

 Whani darmawan yang juga seorang sutradara teater dan pemain film, kali ini akan mementaskan karya berbentuk Story telling (bercerita). “semoga dengan bentuk ini teriakan pesan-pesan naskah ini dapat lebih tersampaikan secara mempesona, dan dapat dinikmati oleh segala usia” ujar whani saat ditemui disela-sela latihan. “story telling akan lebih ringan dan menghibur, pas untuk situasi masyarakat yang sedang panas oleh peta politik dan pemimpinnya, dan naskahnya juga tentang pemimpin, saya harap ini jadi pertunjukan yang layak untuk dinikmati” ujar Daniel Caesar selaku pimpinan produksi menambahkan.

event pertunjukan

 Pementasan akan digelar di Museum Affandi sebagai bentuk respon dan support seniman pada tempat sejarah dan pendidikan. Hal ini pun disambut baik oleh pihak manajemen Museum Affandi. Pada saat acara berlangsung, Museum akan buka full dari jam 10.00 pagi hingga malam selesai pementasan. Akan ada beberapa stand makanan, minuman, merchandise, henna dan kerajinan untuk lebih memeriahkan acara. “sudah saatnya museum menjadi tempat nongkrong dan senang sekali pihak museum sangat terbuka untuk acara ini” ujar Caesar.

 Pertunjukan ini akan menggandeng music dari choir accapela Mlenuk Voice pimpinan achi pradipta dan Artistik oleh Eko Ompong dan Video Art karya Dab Gentong Diharapkan menjadi tontonan yang aktual dan tetap menghibur.

Tiket presale bisa didapatkan di museum affandi atau menghubungi no. dengan harga Rp 35.000 hingga tanggal 10 mei dan Rp 50.000,- hingga Rp 75.000,- (VVIP) mulai tanggal 11 sampai tanggal berlangsungnya acara. Pementasan tanggal 12 Mei akan kami persembahkan khusus untuk pelajar dan tiket kami jual Rp 15.000,-, sedangkan untuk umum akan kami gelar tanggal 13 Mei 2014 “ ujar Caesar.

Pengalaman Berkesenian

Whanny Darmawan

Pemeranan:

–          Akal Bulus Scapin (1986, Moliere)

–          Awas (1987-1988, Putu Wijaya),

–          End Game (1998-1999,Teater Garasi),

–          Metanietzsche Boneka Sang Pertapa (2002, Whanny Darmawan),

–          Bali Project (Michael Jenkins 2006),

–          King’s Witch (2007-Goenawan Mohamad),

–          Doa yang Mengancam, Kabaret Gado-gado Politik (2008-Metro TV bersama Teater Koma), Drupadi (2008-Riri Reza),

–          Tan Malaka (2010, Goenawan Mohammad),

–          Karna (2011-Goenawan Mohamad),

–          Gandamayu (2012-Putu Fajar Arcana-Teater Garasi),

–          End Game (2013-Teater Garasi),

–          Brigade Maling (2000-Teater Gandrik),

–          Keluarga Tot (2009-Teater Gandrik),

–          Pandol (2010-Teater Gandrik),

–          Sidang Susila (2008-Teater Gandrik)

Acting coach:

–          Film Hanung Bramantyo (Get Married-2006 ,Ayat-Ayat Cinta-2007),

–          pendiri dan pengajar di Hanung Bramantyo Acting Course (2007-2008).

Penyutradaraan:

–          Lautan Jilbab (160 aktor, 1991-Emha Ainun Nadjib),

–          Sampariana Gonzaga (200 aktor, 2002),

–          Loyola Pada Sebuah Desa (2003, Kolaborasi Gamelan Supra),

–          Hari Bhayangkara Polri (400 personel, Juni 2012-Yayasan Bagong Kussudiardjo),

–          Aksi Gelar Seni Ultah Brimob (130 personel, Nov 2012-Satbrimob kaltim),

–          Kucing (Butet Kertaradjasa-2011), dan

–          Karno Tanding (1998-Whanny Darmawan),

Karya penulisan:

–          Menuju Rumah Cinta (1999-2000-Memotret kehidupan anak-anak jalanan di Yogyakarta diterbitkan oleh Direktorat Bina Kesejahteraan Anak, Keluarga & Lanjut Usia, Direktorat Jenderal Bina Kesejahteraan Sosial, Departemen Sosial R.I).

–          Aku Merindukan Anakku menjadi Pembunuh (kumpulan cerpen, 2001-Galang Press),

–          My Princess Olga (2003, Gagas Media),

–          Kidung (skenario nominator FFI 2004-Hanung Bramantyo),

–          Nun (novel 2009-2010-Omahkebon Publishing),

–          Andai Aku seorang Pesilat (Esai spiritualitas silat 2011-Omahkebon Publishing).

–          Naskah dramanya, Lalat-lalat (1990),

–          Metanietszche ; Boneka Sang Pertapa (2001),

–          Luka-luka yang Terluka (1990).

(press release Whani D – Elyandra w)