Ketika Hati Bicara

ketika

Tak cukup bermakna sebuah kata

Mengumbar keinginan yang bernama mimpi

Tak cukup sebuah kiasan syair puisi

Membisikkan inti sebuah bayang

 

Duduk termenung aku

Memandang luas alam yang membentang

Jauh di sana bak tanpa ambang batas

Memenjarakan aku dalam ciutnya nyali manusiawi

 

Aku yang bukan apa-apa

Aku yang bukan siapa-siapa

Meski terkadang aumanku bak singa kelaparan

Aku kecil dalam dekap sang alam

 

Kata tak mampu terucap kala itu

Hanya hati yang mampu berbisik

Aku mengagumimu dari kedalaman hatiku

Engkau….sang pencipta hati yang mampu berbicara lebih dalam

 

(by : nanda – Jkt)