Hari ini, Labuhan Tinggalan Jumenegan Dhalem Di Merapi

Rombongan dari Keraton tiba di desa Kinahrejo

Rombongan dari Keraton tiba di desa Kinahrejo

Labuhan Tinggalan Jumenengan Dhalem atau memperingati naiknya tahta Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai raja di Kasultanan Yogyakarta yang diperingati setiap tanggal 30 Rejeb dalam kalender penanggalan jawa  digelar hari ini, Sabtu (31/5) di Desa Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Acara yang digelar setiap tahunnya ini akan dimulai dari Keraton Yogyakarta dengan membawa Ubo Rampe (Sesaji.red) yang berisi berbagai kain yang berasal dari keraton, kemenyan, berbagai minyak wangi, uang dan dua buah apem yang sebelumnya telah dibuat di keraton dan akan ikut dilabuh. Namun sebelum melaksanakan prosesi labuhan tersebut, Ubo Rampe akan diinapkan semalam di desa Kinahrejo.

Proses labuhan ini akan diawali dengan membawa Ubo Rampe yang berasal dari keraton kemudian di bawa ke pendopo desa Kinahrejo atau samping makam Mbah Marijan. Acara dilanjutkan dengan kenduri bersama warga sekitar dan malamnya akan ada pementasan wayang kulit dengan lakon Wahyu Panca Dharma yang akan dimainkan oleh Dalang Ki Catur Benyek. Acara pada hari Jum’at (30/5) ini ditutup dengan tirakatan dan renungan pukul 23.00. Pada hari ini, Sabtu, (31/5) akan dilaksanakan prosesi arak-arakan yang akan menempuh jarak sekitar 2 km dari desa Kinahrejo menuju Kedaton Sri Manganti. Prosesi labuhan sendiri akan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di kedathon Sri Manganti.

Kades Umbulharjo, Cangkringan, Bejo Mulyo, menyatakan bahwa awalnya warga di desa Kinahrejo merasa ragu untuk melaksanakan upacara labuhan ini terkait dengan status Waspada Merapi, namun ternyata Merapi kembali tenang sehingga upacara labuhan ini dapat dilaksanakan.

“Awalnya kami ragu melaksanakan upacara labuhan ini, terkait status Waspada gunung Merapi ini. Namun, Tuhan menghendaki lain, Merapi kembali tenang sehingga kami pun dapat melaksanakan upacara labuhan besok dengan khidmat” terangnya.

Senada dengan Kades Umbulharjo, Juru Kunci gunung Merapi, Kliwon Suraksohargo atau Mbah Asih putra dari alm. Mbah Marijan, dirinya menyatakan siap melaksanakan prosesi labuhan ini, karena merupakan tanggung jawabnya dan juga dipercaya oleh Keraton Yogya sebagai pemimpin dalam labuhan tersebut.

“kami siap melaksanakan prosesi labuhan ini, ini adalah amanat dari Keraton. Semoga besok dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti”ungkapnya. (Hanung)