Fotografer Peduli Dan Mbah Kismo Sang Pemahat Wayang

team jpjp

Beberapa orang tampak berkumpul di selatan sebuah jembatan Imogiri, Bantul. Sekelompok orang yang notabene adalah fotografer-fotografer yang mencoba membangun juga menjaga kepedulian terhadap karya-karya kreatif serta warisan-warisan budaya Nusantara melalui karya fotografi mereka.

Tim dengan sebutan team JPJP yang terdiri dari sahabat-sahabat teraswarta , Geblek Kulonprogo, serta Kompemopahe yang diwakili oleh Rovi tavare, Chipriant Antok , Christina Mujiningsih , Aloysius Rahadian Ajisoko , Yasrin Zabidi, Den Bei Catoer, ditambah Pakde Wanto dan fotografer andalan kang Giri Wija, serta beberapa lagi lainya kemarin (Kamis, 01 Mei 2014.

Dalam kesempatan ini mereka mendatangi kediaman mbah Kismo dipucung, Wukirsari, Bantul yang saat ini berusia kurang lebih 84 tahun. Mereka ini datang secara khusus dalam sebuah aksi sosial pertama yakni membantu membelikan kacamata serta sembako untuk Mbah Kismo. Acara ini sendiri ada atas prakarsa Giri Wijaya, Rovi Tavare juga Jenar Budi S yang pada saat-saat sebelumnya pernah melakukan pemotretan di kediaman Mbah Kismo ini.

Dalam kesempatan lalu, saat mereka berkunjung, Mbah Kismo ini dalam ceritanya menginginkan sebuah kacamata baru untuk bekerja. Karena apa yang Beliau rasakan kacamata yang dimiliki saat ini tidak lagi nyaman. Atas cerita ini lantas ketiga sahabat fotografer ini mengajak teraswarta untuk menggalang dana bersama.

kir mata

Berkat bantuan para fotografer yang dengan rela berbagi dan juga sahabat teraswarta yang turut menjadi donatur,maka pada hari rabu yang lalu (30 April 2014) mbah Kismo menjalani pemeriksaan mata dengan mas Yuniarto yang adalah seorang ahli kacamata dari desa Titang, Jetis, Bantul sekaligus berkesempatan memilih kacamata yang cocok dengan Beliau. Sampai akhirnya diserahkan kemarin siang

pemberian kacamata

Harapan yang terungkap dari para fotografer ini adalah agar orang-orang seperti Mbah Kismo ini mendapatkan perhatian secara khusus berikut mendapatkan kemudahan dalam banyak hal, lantaran orang seperti beliau inilah muncul para kreatif baru yang turut menjaga berikut melestarikan warisan adiluhung wayang ini. Menhasilkan juga karya-karya terbaru yang lebih baik dan detail seperti sediakala. Lebih lanjut harapan para pecinta dunia fotografi ini bisa mengadakan juga kegiatan-kegiatan serupa yang mampu mendukung Nusantara secara sederhana sekalipun di bidang fotografi.

Mbah Kismo sendiri mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua yang hadir saat itu, bahkan mendoakan serta memberikan dukungan tersendiri kepada para fotografer ini.

Sementara pihak teraswarta sendiri mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta dalam acara kunjungan serta kegiatan sosial ini serta berharap dapat melakukan hal yang sama secara terus menerus kepada banyak lagi orang yang telah berperan langsung terhadap kemajuan serta terjaganya waisan-warisan luhur Nusantara. Dan berharap apa yang bersama-sama diusahakan ini dapat berdaya guna lebih. (christin)