Bermain Dakon Atau Congklak

dakon

Masih ingat dengan permainan yang terbuat dari biji-bijian atau batu yang dibagi merata dalam lubang-lubang yang diatur secara khusus? Atau malah justru Anda tidak pernah mengenal sama sekali permainan yang notabene adalah warisan permainan masa lalu dari keluarga kerajaan ini.

Dakon atau congklak adalah nama permainan ini. Sebuah permainan yang dilakukan oleh dua orang saja. Adapun cara permainannya dalah dengan melakukan pembagian biji-bijian yang sebelumya disediakan dalam lubang-lubang dakon. Lubang dakon sendiri berjumlah 14 lubang kecil di sisi kanan serta kiri papan, dan 2 lubang besar di tengah masing-masing ujung ke 14 lubang kecil. Masing-masing lubang kecil ini kemudian diisi dengan 7 biji-bijian kecil. Dulu kala bisa juga biji-bijian ini di ganti dengan batu-batu kecil. Saat ini permainan dakon atau congklak terbuat dari cetakan plastik termasuk juga biji pengisinya.

Dalam permainan dakon, sebelumnya dua orang ini berundi untuk menjadi yang pertama memulai permainan. Orang pertama boleh mengambil biji-biji dari salah satu lubang di hadapannya danmembagi pada semua lubang kecil serta satu lubang besar yang adalahlumbungnya. Saat jatuh pada lubang yang ada isinya, maka boleh mengambil dan melanjutkan membaginya. Permainan ini akan berganti ke pemain lain saat biji dakon jatuh pas pada lumbungnya dan berkesempatan mengambil seluruh isi biji di samping lubang lumbung. Saat mati keua adalah saat jatuh di lubang kosong milik lawan main. Saat mati langkah lain adalah saat jatuh pada lubang kosong di barisan lubang kecil sendiri. Dalam hal ini pemain juga berkesempatan mengambil seluruh isi lubang lawan yang berada di depan langkah mati tersebut.

Sebuah permainan sederhana namun tentu sangat menarik, selain tentu ini dapat membantu anak-anak dalam berhitung atau juga melatih kejujuran. Hal ini bisa terjadi karena mau tidak mau anak akan berlatih berhitung dari biji-biji yang dihasilkan di lumbung. Yang terbanyak akan memenangkannya setelah seluruh biji habis dibagi. Nilai kejujuran ini dapat muncul karena anak akan dilatih terbuka sampai dimana biji-biji kecil ditangan habis.

Menarik bukan? Dan semoga permainan sederhana ini terus bertahan sebagai sebuah warisan budaya bermain yang positif di tengah berbagai kemajuan yang saat ini ada. (chipriant)