Kota Magelang Genap Berusia 1108

grebeg gunungan HUT kota magelang

Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Magelang berlangsung meriah, tidak hanya berbagai kesenian saja namun juga berbagai aktifitas seperti grebeg gunungan. Kemeriahan ini tampak pada ribuan warga Magelang yang tumpah ruah memadati alun-alun Kota Magelang pada Minggu (20/4).

Hal yang menarik dari HUT Kota Magelang yang berusia 1108 tahun adalah adanya kirab budaya dan kirab tersebut nantinya akan diisi oleh grebeg dua buah gunungan pada pagi harinya. Dua buah gunungan ini spesial karena terbuat dan tersusun dari 1108 gethuk yang di bagi menjadi dua jenis, jenis kerucut melambangkan laki-laki dan bentuk bulat melambangkan sebagai perempuan.

Acara berlanjut dengan penyambutan Wali Kota Magelang dengan menggunakan kesenian khas Magelang yaitu Topeng Ireng. Topeng Ireng ini merupakan keseinian yang berasal dari Magelang dan baru dipopulerkan kembali oleh pemerintah kota Magelang.

Setelah penyambutan Wali Kota dan pejabat pemerintahan selesai acara  disusul dengan kirab budaya, yaitu mengarak 17 buah gunungan yang berisi dari palawija, sayur mayur, buah-buahan dan hasil bumi laiinya yang berasal dari Magelang.  17 gunungan ini berasal dari masing-masing wilayah yang berada di Kota Magelang. Setelah melewati tahap penjurian yang dilakukan oleh tim juri dan Wali Kota Magelang, ke-17 gunungan ini  di grebeg oleh pengunjung yang hadir di alun-alun Kota Magelang.

Kemeriahan HUT Kota Magelang yang ke-1108 berlangsung hingga sore hari dengan menampilkan kesenian lokal maupun kontemporer hasil cipta dari warga Kota Magelang. Prosesi  berlangsung secara besar-besaran dengan adanya tarian kolosal meliputi 100 penari yang melibatkan beberapa unsur kesenian diantaranya Topeng Ireng, jaranan dan lain sebagainya dimana Wali Kota Magelang ikut dalam rombongan dan membacakan rancangan kota kedepannya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, Hartoko, mejelaskan “prosesi grebeg  berawal dari depan masjid agung sebelum masuk ke alun-alun dan dilanjutkan dengan grebeg yang dilakukan oleh masyarakat yang datang”. jelasnya