Ucapmu Adalah Cerminmu

ucapmu

Aku bukan sebatas kau hina

Aku bukan sebatas kau caci

Dan aku bukan sebatas kau hinggapi namun pergi

Aku milik duniawi

Dalam derainya sikap menghargai untuk saling memiliki

Kau bagai hujan yang datang tiba-tiba namun pergi dengan segera

Kau tak jauh dari luapan laut yang kotor akan sisa dari akhluk lain

Begitu juga fikiranmu begitu mengasah emosi

Meletakkan jari dan tangan yang menggumpal

Berdiri hinggap dihadapanmu dengan indah

Hingga kini kau mengenal dengan sebutan nuansa penyair

Hingga kini kau tersipu dengan rasa yang sulit terungkap

Dengan derai air mata kau sesali

Dengan sepucuk luka kau khianati

Biarlah waktu yang menjawab

Dari sekian banyak fakta yang ada

Kaulah malapetaka dunia

Kau begitu mempesona dibalik jeruji neraka

Hingga aku menunggu kau terlempar

Dari garis yang tak mungkin kau kenal

(by : Khodijah)