Tambak Udang Berbasis Kerakyatan Di Pantai Pandansimo

tambak udang di pantai pandansimo

tambak udang di pantai pandansimo

Dalam sejarahnya pantai Pandansimo adalah pantai yang diresmikan dan di buka oleh Sri Sultan HB VIII sebagai tempat tirakatan dan sebagai hunian kampung nelayan. Pandansimo berkembang menjadi objek wisata yang berbatasan langsung dengan sungai Progo sekaligus sebagai batas pantai Kab. Bantul paling barat dengan Kab. Kulon progo. Dulunya menurut sejarah pantai ini hanya sebuah padang pasir yang luas karena merupakan muara sungai Progo yang banyak di tumbuhi oleh tanaman pandan. Namun sekarang telah di manfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai tambak udang. Memang tambak udang ini tidak di buka sebagai tempat wisata, namun potensi pemanfaatan lahan menjadi hal yang bermanfaat bagi masyarakat patut di puji.

Kelompok Tirta Anugrah sebagai penggagas penggarap lahan menjadi tambak udang yang menguntungkan. Tambak udang tersebut berdiri secara swadana belum ada bantuan baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Kami bertemu dengan Suwanto, salah satu anggota kelompok Tirta Anugrah, beliau menuturkan bahwa awal mulanya dibangun tambak ini adalah pemanfaatan lahan kosong yang tidak produktif. Selain itu juga lahan ini masih menempati Sultan Ground (SG) yang di ijinkan untuk di garap oleh masyarakat sekitar untuk kemandirian ekonomi. “sejauh ini belum ada bantuan terkait dengan usaha tambak ini baik dari pemerintah kabupaten Bantul maupun provinsi” tuturnya. “kami hanya memanfaatkan lahan kosong yang dulunya hanya pasir gersang dan tidak produktif untuk membangun tambak. Mengenai kemanfaatannya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, selain itu juga kami sudah membangun tambak ini sesuai prosedur, kami membangun sistem pembuangan menuju muara jauh sebelum tambak atau kolam di buat” imbuhnya.

Adapun hasilnya, tambak yang membudidayakan jenis udang Paname ini mempunyai luas 7 Ha dengan mayoritas ukuran kolam 200 meter dengan total panen sebanyak 2 hingga 3 kali ini dapat menghasilkan 2 ton udang. Dengan berdiri sudah sejak 2 tahun yang lalu, tambak udang Tirta Anugerah ini sudah melakukan pemanenan sebanyak 8 kali panen.

Menyinggung tentang isu yang beredar bahwa rencana Pemkab Bantul ingin menutup usaha tambak udang di wilayah pantai selatan. Hal ini juga di perkuat oleh Tri Saktiyana, Bappeda Bantul mengatakan ““hanya ada satu tambak yang berizin lainnya tidak” yang artinya di ketahui sepanjang pantai Bantul terdapat 10 tambak dan hanya satu saja yang telah mengantongi ijin. Menyikapi hal tersebut kelompok Tirta Anugrah yang mempunyai tambak paling ujung di wilayah Kab. Bantul mengaku bahwa sudah ditinjau oleh Sekda dan perangkatnya, hasilnya adalah untuk membuat laporan tentang jumlah dan posisi tambak udang tersebut. “soal di tutup atau tidak kami tidak tahu, kami merasa tidak melanggar dan yang jelas pak Sekda kemarin beserta rombongan sudah meninjau tambak kami dan hasilnya hanya menyuruh untuk membuat laporan tentang letak dan jumlah tambak saja. Kedepannya kami hanya butuh landasan hukum yang jelas agar akses kami dapat di permudah mengingat ini kan tambak punya rakyat jadi dengan adanya tambak ini masyarakat dapat hidup” tegasnya. (Hanung)

proses panen udang paname

proses panen udang paname