Pagelaran ketoprak oleh Bumi srawung di moro lejar

ketoprak 1

Sebuah pagelaran ketoprak digelar oleh sebuah kelompok kesenian yang menamakan diri sebagai Bumi srawung semalam (jumat, 7/3/2014) di rumah moro lejar, cangkringan sleman, yogyakarta. Ketoprak yang sarat dengan sindiran dan humor segar berjudul too fast to serious yang merupakan naskah karya elyandra widharta dari Institut seni Yogyakarta.

Bentuk  dagelan yang dikemas dalam ketoprak ini tak urung menjadi penghibur tersendiri tentunya bagi ratusan penonton yang hadir dari berbagai tempat ini. Terlebih dengan hadirnya tokoh-tokoh seniman yang tak asing di dunia pertunjukan ketoprak seperti Marwoto kawer juga Yu beruk. Lebih dari itu ketoprak yang berkalaborasi antara pemain senior serta yunior ini juga diramaikan oleh banyolan alit, lanang serta kukuh yang memiliki kekhasan masing-masing. Hadir juga beberapa pemain dari FIB UGM, fakultas seni tari UNY dan lainnya.

Adapun inti dari lakon kali ini berisi tentang kritik terhadap persiapan pemilu dan penyadaran masyarakat terhadap bagaiamana pemilihan yang cerdas. Masyarakat boleh menentukan sikap dan pertaruhan hati nurani. Model pemilihan diadopsi dengan cerdas cermat. Namun politik uang sudah menjadi kultur dan kebiasaan yang tak bisa dihilangkan di bangsa ini.

ketoprak 2

Satriaditya laksana yang adalah sutradara dari acara pagelaran ketoprak ini mengemas bentuk ketoprak ini memang tak melulu pada cerita pakem layaknya ketoprak pada umumnya melainkan dipenuhi dengan dagelan-dagelan yang membuat gelak tawa namun tanpa lupa sindiran-sindiran yang sarat makna positif disepanjang pertunjukkan meski terkadang ada juga kata-kata yang “agak kasar atau jorok” hanya ini merupakan juga gambaran masyarakat saat ini.

Di akhir cerita ketoprak ini ditutup dengan pesan-pesan tentang nilai-nilai yang harus dipilih dalam pemilu yang akan datang agar masyarakat semakin cerdas dan cerdik dalam kehidupan berpolitik saat ini.

Sebuah perpaduan antara pembelajaran berpolitik yang baik, seni budaya yang sarat muatan-muatan lokal serta nilai-nilai yang pantas dipertahankan masyarakat saat ini. (chipriant)