Motret pakai HP??

karya foto

Menengok perkembangan fotografi di Indonesia dewasa ini mengalami perkembangan yang cukup siknifikan. Bisa kita lihat dari maraknya pengguna akun  jejaring sosial yang banyak mengunggah karya-karya foto. Tidak mengherankan bila dunia fotografi ini bertumbuh sepeti rumput atau tanaman liar yang disiram air merebak dimana-mana, hal ini dikarenakan semakin mudahnya orang memperoleh alat atau media untuk membuat sebuah karya foto dengan harga yang terjangkau saku kita. Karya foto bisa dibuat dengan berbagai macam media seperti kamera DSLR, kamera saku, Ponsel yang dilengkapi dengan kamera dan media-media lainnya.

hunbar

Seiring derasnya laju pertumbuhan fotografi yang semakin menjamur ini maka banyak pula bermunculan komunitas foto dengan berbagai macam latar belakang selera atau sudut pandang fotografinya. Mungkin kita sudah banyak melihat atau mendapat berita tentang sebuah pameran karya foto, dalam bayangan kita kalau ada pameran foto itu pasti dilakukan oleh para profesional atau seniman yang tentunya dalam menghasilkan karya foto didukung dengan peralatan yang serba mahal dan berkelas. Hari Sabtu tanggal 15 Maret 2014 pukul 14.00 bertempat di depan Monumen Serangan Umum Satu Maret diselenggarakan pameran foto, uniknya karya-karya foto yang dipamerkan dibuat dengan menggunakan media Ponsel yang dilengkapi dengan kamera.

share

Pameran yang diselenggarakan oleh Komunitas Fotografi Ponsel KOFIPON ini dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke V dengan tema “BERKARYA DALAM KETERBATASAN”. Karya yang dipamerkan adalah karya para anggota KOFIPON yang berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Jawa Tengah, Bandung, Makasar, Belitung, Bali, Sumatra Barat dan Riau. Tunjuan diselenggarakan pameran ini adalah untuk membangkitkan rasa percaya diri bagi para fotografer yang membuat karyanya dengan menggunakan media Ponsel, selain itu juga membuktikan atau menjawab anggapan bahwa karya foto dengan menggunakan media Ponsel bukan untuk diremehkan tapi juga mendapat tempat yang sama dalam dunia fotografi ujar Syah Alam (29) Ketua Pusat KOFIPON.

Teguh (27) Ketua Panitia Pameran ditengah-tengah hiruk pikuknya suasana ditemui Teras Warta mengatakan bahwa dipilihnya depan Monumen Serangan Umum Satu Maret atau dikenal dengan sebutan Titik Nol Kilometer Yogyakarta ini supaya mendapat perhatian dari masyarakat luas sehingga apa yang menjadi tujuan dari pameran ini bisa tercapai dan pengunjungpun bisa bebas leluasa melihat-lihat karya foto,kami juga mengadakan sharing mengenai teknik dan trik memotret dengan Ponsel, acara dilanjutkan hanting bareng di Candi Plaosan Klaten Jawa Tengah pada hari Minggu 16 Maret 2014.  Meskipun sebelum pameran dimulai turun turun namun tidak menyurutkan semangat teman-teman untuk tetap menggelar acara ini.

pengunjung

Pameran ini tergolong sukses karena menyedot banyak pengunjung, ada juga pengunjung sampai  terheran-heran melihat hasil karya yang dipamerkan sumanya indah dan tidak menyangka kalau foto tersebut dihasilkan dari kamera Ponsel. Sementara itu salah seorang pengunjung bernama Yasrin Zabidin mengungkapkan bahwa dirinya juga hobby memotret dengan menggunakan Ponsel, Yasrin juga menjawab sebuah pertanyaan apakah seseorang yang memotret dengan menggunakan Ponsel itu bisa disebut fotografer? Fotografer adalah seseorang yang membuat sebuah karya foto, entah dalam membuat karya itu menggunakan media apasaja tidak menjadi masalah, yang penting karya fotonya bukan alatnya jawab Yasrin. (Ajisoko)