sejumlah relawan terlihat membersihkan sejumlah stupa di tingkat 9

sejumlah relawan terlihat membersihkan sejumlah stupa di tingkat 9

Pembersihan cagar budaya peninggalan wangsa Syailendra yaitu candi Borobudur mulai dilakukan hari ini, Senin (17/2). Permbersihan ini dilakukan agar candi terbebas dari pelapukan mengingat jenis batuan yang di gunakan untuk pembangunan candi pada umumnya adalah batu andesit. Meskipun terbuat dari batu yang cukup keras, namun debu vulkani hasil letusan gn. Kelud yang erupsi pada Jum’at pekan lalu mengandung kadar asam yang sangat mengancam bagi ketahanan batu candi tersebut.

Hal ini dijelaskan oleh Marsis Sutopo, Kepala Balai Konservasi Cagar Budaya candi Borobudur menuturkan, bahwa abu vulkanik gn. Kelud mempunyai derajat keasaman yang cukup tinggi, dari hasil sampel yang diamati bahwa abu vulkanik ini mempunyai pH 5, selain itu juga zat lain yang terkandung dalam abu ini juga berupa silica/ silikon oksida (SiO2) yang biasanya disebut pasir kaca, besi oksida (Fe2O3) serta sulfur oksida (SO2) sehingga bila terkena batuan dan tidak segera di bersihkan akan sangat berbahaya bagi candi karena batuan akan mengalami pelapukan. Di jelaskannya kembali bahwa material abu gn. Kelud ini memang tidak se-asam abu dari gn. Merapi yang erupsi pada tahun 2010 silam dengan tingkatan pH mencapai angka 4.

relawan ramai di candi Borobudur

relawan ramai di candi Borobudur

Beliau juga menambahkan, pembersihan candi Borobudur ini akan dilaksanakan selama 7 hingga 10 hari kedepan dengan melibatkan berbagai lapisan diantaranya petugas balai konservasi sendiri, relawan, TNI, Tagana dan sebagainya. Pembersihan hari pertama ini dilakukan sebatas membuka pembungkus stupa candi dengan jumlah 72 untuk stupa kecil dan sebuah stupa besar, kemudian membersihkan candi dengan cara manual dengan menggunakan kuas, sikat dan sapu meliputi lantai candi , stupa dan relief. “hari pertama ini kami fokuskan dulu pembersihan di tingkat atas kemudian baru kebawah, pembersihan untuk hari pertama ini berada di tingkat 7, 8, 9 dan 10” tuturnya.

Pembersihan candi yang telah diakui UNESCO sebagai warisan dunia ini juga di buka untuk relawan, atau mereka yang terlibat membersihkan candi secara sukarela. Oleh karena itu pihak candi Borobudur membuka bagi siapa saja yang ingin ikut terlibat melestarikan cagar budaya dunia ini di perbolehkan untuk 7 sampai 10 hari kedepan. Hal ini dilakukan agar wisata candi Borobudur tidak melumpuhkan ekonomi warga sekitar, selain itu juga agar tidak terkena teguran dari UNESCO kalau tidak segera dipulihkan. (hanung)

membersihkan arca

membersihkan arca