Menumbuhkan Cinta Pada Budaya dalam Suasana Tanggap Bencana

IMG_0605

Abu vulkanik

Yogyakarta juga tidak luput dari hujan abu dan debu vulkanik. Hampir setiap orang yang kita temui pasti membicarakan tentang gunung Kelud dan dampak2 erupsinya, namun kali ini team Teras Warta akan mengunjungi sebuah desa di daerah kabupaten Kulon  Progo yaitu desa Bumirejo kecamatan Lendah.

Ada apa di desa Bumirejo??

IMG_0601

Atusias masyarakat

Berangkat dari kota Jogjakarta pukul 11.45 wib kea rah barat, semula kota ini masih diselimuti debu vulkanik, namun ketika memasuki daera Tegalrejo turun hujan, sedikit lega karena perjalanan terasa sejuk dan debunya berkurang. Akan tetapi ketika melintas di daerah Argomulyo tak setitik airpun menetes dari langit, dan debupun menemani perjalanan team hingga tiba di Balai Desa Bumirejo pukul 12.30 wib. Terlihat di halaman Balai Desa keruman orang2 dengan menggunakan pakaian yang beraneka ragam, ada yang memakai busana daerah jawa , ada pula yang menggunakan pakaian ala pak tani dan bu tani dan ada pula yang menggunakan busana2 kesenian tradisional.

IMG_0554

Tari Kreasi Baru

Minggu, 16 Februari 2014 merupakan puncak acara hari jadi desa Bumirejo  ke 67 yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2014 lalu. Pada kesempatan kali ini masyarakat desa Bumirejo sedang mengadakan serangkaian acara memperingati hari jadi desa Bumirejo.  Diawali dari senam masal, lomba melukis,Mujahadah, wayang Wehong dan puncak acaranya adalah Kirab Budaya Bumirejo. Meskipun suasananya masih dalam keadaan tanggap darurat bencana, Kirab Budaya Bumirejo tetap diselenggarakan dengan pertimbangan bahwa acara ini sudah merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan dari acara2 sebelumnya yang sudah dilaksanakani dari sebelum terjadinya letusan gunung Kelud 13 Februari yang lalu, ujar Agus Sumantri (42) salah satu panitia acara tersebut.

Mas Mantri sapaan akrab dari Agus Sumantri (42) juga menyampaikan bahwa tujuan diadakan acara Kirab Budaya ini dalah memperingati bergabungnya empat desa yaitu desa Butuh, desa Bangeran, desa Potrogaten dan desa Cabean mejadi satu dengan nama desa Bumirejo. Selain itu acara ini juga dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepada para generasi muda tentang sejarah proses terjadinya desa Bumirejo dan menumbuhkan kecintaan pada budaya tradisional. Mas Mantri juga berharap bahwa kedepannya nanti acara ini akan terus terselenggara dan semakit meningkat dari tahun ke tahun.

IMG_0665

Penampilan kesenian dari salah satu peserta

Dengan diikuti oleh kurang lebih 20 peseta acara Kirab Budaya Bumirejo yang baru pertama kalidiselenggarakan ini mendapat  sambutan hangat  dari masyarakat Bumirejo dan sekitarnya. Nampak dari sepanjang rute perjalanan yang dilalui dipadati oleh masyarakat berbagai kalangan tua,muda dan anak-anak. Salah seorang warga Nurhani (37) yang dijumpai team Teras Warta mengaku senang dengan adanya acara ini walaupun harus berteman dengan debu namun Nurhani justru merasa mendapat hiburan sehingga tidak trus menerus larut dalam suasana prihatin.  Kirab dimulai dari Balai desa Bumirejo menuju pertigaan Cangaan kea rah timur sampai di SMP Lendah memutar dan kembali ke Balai Desa.