Menikmati Bakwan Bumbu

bakwan bumbuWarung Bude. Warung makan yang terletak di Jl. Beringin Gg. Meranti 10 Kota Pontianak ini memang tidak terlalu besar. Menempati pojok kanan halaman rumah sang pemilik warung, Bude (biasa dipanggil), warung ini terlihat seperti warung yang seadanya. Hanya dilengkapi dengan dua buah meja panjang dan dua kursi panjang mengapitnya. Warung ini selalu ramai sejak awal buka pukul 08.00 pagi hingga siang pukul 14.00. Bahkan, seringnya sudah tutup karena makanan habis sebelum jam tersebut.

Apa yang membuat warung ini selalu ramai pembeli? Menurut saya cita rasa khas melayu yang disajikan di sini menjadi alasannya. Ada satu menu andalan yang selalu dicari, bakwan bumbu. Empat buah bakwan yang terlihat sama seperti bakwan pada umumnya, terbuat dari adonan tepung, potongan daun bawang, jagung, dengan taburan udang ebi di atasnya disajikan dengan siraman bumbu kacang yang langsung dibuat untuk setiap porsi yang dipesan, membuat makanan ini terasa berbeda dan segar. Pembeli pun bisa langsung memesan berapa jumlah cabai yang akan dimasukkan dalam bumbu kacang tersebut layaknya ketika membeli pecal.

Menu bakwan bumbu ini akan mulai dijual sejak pukul 11.00 siang, dan adonan mentah satu baskom besar bakwan dapat habis dalam satu jam. Selain karena harganya yang murah–satu porsi dihargai Rp. 5000,- mungkin juga karena merupakan satu-satunya di Pontianak, berbagai kalangan menjadi penikmat menu satu ini. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran hingga ibu rumah tangga biasanya akan datang satu atau setengah jam lebih awal untuk memesannya karena takut tidak kebagian. Pernah sekali waktu saya dan teman-teman sudah tidak kebagian bakwan bumbu, padahal datang sebelum jam 12.00 siang.

Urusan rasa memang nomor satu, tapi bila penjualnya tidak ramah, tentu bisa membuat orang berpikir dua kali untuk datang lagi. Warung Bude unggul dalam dua hal ini. Tak pernah sekalipun ada pembelinya yang hanya diam menunggu pesanan. Pasti selalu ada obrolan yang dimulai bude. Mungkin karena memiliki pelanggan dari berbagai kalangan, Bude seperti punya banyak cerita untuk disampaikan. Ada satu hal lagi yang bisa dibilang ini yang membuat orang nyaman. Bude bisa mengingat nama pelanggannya. Meski umurnya sudah 50 tahun lebih, ingatannya masih tajam.

Selain bakwan bumbu, warung ini juga menyajikan lontong sayur dan nasi kuning. Kedua makanan ini merupakan makanan pembuka jualan setiap harinya. Lontong sayur yang segar dengan rasa cabai yang khas, juga nasi kuning yang pulen ini, biasanya dijual hingga siang.  Meski tidak sekondang bakwan bumbu, kedua makanan ini disajikan dengan porsi lebih banyak dibandingkan tempat-tempat lainnya. “Hanya dengan Rp. 8.000,- sampai sore,” kata teman saya, anak kost yang menyukai makanan murah berporsi besar.

Minuman yang ada di sini pun bervariasi. Ada air tahu, air kepala, teh es, dan air mineral. Semua seharga Rp. 2000,- kecuali air mineral gelas seharga Rp. 1000,- dan air putih biasa yang diberikan gratis. Mungkin bisa dikatakan, ini merupakan salah satu surga makan mahasiswa di Pontinak. Murah meriah, khas, tapi bercitarasa mewah. (Kristiawan – Kalbar)