Kemenyan dalam cara pandang lain

kemenyan

Kemenyan adalah salah satu bentuk benda yang sering berkaitan erat  dengan hal-hal yang bersifat mistis, ritual dan lain sebagainya dalam tradisi kebudayaan lokal yang digunakan sejak jaman dulu kala. Sebuah pemakaian benda yang lantas  menjadi seolah rujukan yang seakan harus ada dalam proses penampilan sebuah budaya tertentu khususnya di jawa dengan tari seperti jathilan sampai saat ini.

Pemakaian kemenyan atau ratus atau dupa ini sendiri sebenarnya menurut beberapa artikel ternyata juga berkaitan erat dengan sebuah fungsi yang sangat berguna, terlepas dari sisi-sisi mistis yang acapkali menjadi sorotan utama. Banyak sekali contoh semisal memanggil arwah dalam acara jathilan atau reog benda satu ini pasti ada. Bisa jadi ini sebuah sugesti tanpa maksud mengabaikan sisi kepercayaan yang ada tentunya atas artikel yang akan dibahas berikut ini.

Bagi sebagian orang atau kelompok yang akrab dengan benda yang satu ini dalam melakukan ritual-ritual tentu sudah barang tentu bukan hal yang asing. Adapun asal muasal benda ini adalah hasil dari getah tanaman yang bernama pohon kemenyan (styrax benzoin) atau istilah lainya juga biasa disebut sebagai frankincense, salai guggal, boswellia serrata atau olibanum. Tanaman yang tumbuh di aerah yang kering, tanah berkapur dan rendah nutrisi. Pada saat tertentu pohon satu ini beradaptasi pada lingkungannya dengan cara menggugurkan daunnya. Banyak terdapat di daerah sepert India, sedang di Indonesia penghasil terbesar berada di sumatera utara.

Pengambilan getah pada pohon kemenyan ini dilakukan layaknya mengambil getah karet, yang lantas di di biarkan mongering lalu dikumpulkan menjadi satu yang kemudian diolah menjadi bentuk yang biasa digunakan sat ini dalam berbagai hal. Benda yang sudah sejak ribuan tahun lalu di perjual belikan. Bahkan ada sumber yang menyatakan bahwa kemenyan ini telah digunakan semenjak tahun 1323 SM dengan ditemukannya bukti arkheologis pada makam raja mesir kuno yang bernama Tutankhamun.

 Kemanyan ini rupanya juga memiliki beberapa fungsi dalam pengobatan yakni sebagai obat penenang serta aktivitas analgesic. Memiliki kandungan saponin, flavonoida serta polifenol yang bisa ditemukan pada daun, akar juga kuli batangnya. Terdapat juga kandungan kimia seperti olibanol, terpenes, juga materi resin yang menurut ilmuwan mampu menghentikan penyebaran kanker meski secara pasti belum diketaui kebenarannya bila dijadikan sebagai obat anti kanker. Bahkan pada cara pengobatan arab bahan ini direkomendasikan sebagai obat muntah, demam, desentri juga tumor.

Ini beberapa hal yang lantas menjadi hal yang tidak asing digunakan oleh kita lantaran khasiat-khasiat yang sebenarnya terkandung. Menyoal kemenyan ini digunakan sebagai salah satu bahan yang diyakini mampu memanggil arwah dan lain sebagainya dalam kebudayaan local, ini adalah hal lain yang memang tak bisa diabaikan begitu saja lantaran menyangkut sebuah keyakinan dan tradisi. Semoga manfaat dan menambah pengetahuan Anda dan kita dalam memahami tentang kemenyan ini. (chip-berbagai sumber).