Kelengahan Dalam Pedasnya Sore

Terdiam dalam kesendirian sang pemakan

Dengan lengah rasa yang menikmatkan

Ketika terikat namun menerobos perut dan sesak dalam nafas

Hingga terbaur dalam keceriaan yang lelah

Terbaring diderainya indah dalam nuansa sepi

Berteriak sakit hingga terdengar maha penyelamat hati

Aku gemetar hingga menggigil dengan dingin

Terkapar dibalik derasnya hujan sang pagi

Aku terenyuh dengan sakit

Aku terbawa dengan rasa yang tak berdaya kembali

Hingga hari mulai siang aktivitas berhenti akan rencana

Dalam bayangan semua hilang

Akan lengahnya makanan sore itu

Aku mengokohkan tulang-tulang dan daging yang kian lusuh dan memucat

Hampir menggiurkan relung yang kupunya

Namun mencoba tuk membangkitkan segala

Hingga kembali seperti normalnya keindahan tubuh yang mengilhami