Tradisi Kembul Sewu Dulur

Kembul sewu 3

TERASWARTA – Budaya | Tradisi Kembul Sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan Bendung Kayangan hari rabu  (1/1/2014) merupakan tradisi turun-temurun yang dilaksanakan di Bendung Kayangan Dusun Turus, Desa Pendoworejo, Girimulyo, Kulon Progo. Upacara tradisi ini sendiri rutin dilaksanakansejak jaman nenek moyang yang menurut sejarahnya telah ada semenjak Simbah Bei Kayangan,yang merupakan keturunan Prabu Brawijaya ke 5.

Upacara tradisi Kembul sewu Dulur Saparan Rebo Pungkasan Bendung Kayangan ini dimulai dengan adanya kirab kelompok kesenian, pembawa sesaji, kenduri, dan masyarakat umum.  Para peserta kirab secara bersama menuju lokasi bendungan dan berkumpul di pinggir sungai, kemudian kelompok kesenian melakukan pentas seni dihadapan para warga masyarakat.Kembul sewu 2

Kesenian tradisional yang dipentaskan dilokasi bendungan ini adalah kuda lumping serta jathilan. Yang menarik dalam acara ini adalah juga ritual unik yakni sesudah berpentas mereka akan memandikan kuda-kuda lumpingnya ke sungai/bendungan tersebut (Ngguyang Jaran). Ritual memandikan kuda lumping ini menggambarkan aktivitas Mbah Bei Kayangan yang berpofesi sebagai pawang kuda Prabu Brawijaya.

Setelah ritual memandikan kuda lumping acara dilanjutkan dengan kenduri. Berbagai menu sesaji dan makanan tradisional yang dibawa masyarakat dan sudah tertata rapi di pinggir bendungan dibagikan pada seluruh pengunjung setelah didoakan oleh pemangku adat. Di samping menunjukkan kebersamaan, Kembul Sewu Dulur (Makan Bersama Seribu Saudara) juga sebagai simbol dari rasa syukur warga kepada Tuhan yang telah memberikan kemakmuran.

Seperti dikatakan oleh pemangku adat setempat bahwa Kembul Sewu dulur ini adalah bentuk syukur warga masyarakat Desa Pendoworejo atas hasil panen yang melimpah.

Acara tradisi Kembul Sewu Dulur ini juga dihadiri oleh Bapak Camat Girimulyo, Bapak Purwono S.Sos. Beliau berharap dengan adanya tradisi seperti ini warga selalu ingat dan bersyukur terhadap berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa daerah Pendoworejo mempunyai lahan pertanian yang cukup luas dibandingkan dengan 3 desa lainnya di Kecamatan Girimulyo. Beliau juga berharap semoga tradisi yang sudah turun – temurun ini tetap dijaga dan dilestarikan hingga anak, cucu kelak. (Donny-KP)