Sepucuk Cinta Dalam Pusaran Angin

Sepucuk Cinta Dalam Pusaran Angin

Aku hanya diam tanpa nada sepatah kata

Menembus desahan kian menerka-nerka

Sedetik berlalu melangkah

Kian berbagi dalam desakan yang tak menentu arah

Dingin, dingin disana sini

Berderai angin yang kian memutari

Hingga aku disini menggigil, menepi dan sembari

Biar berlalu namun pasti kau akan kembali

Rasa kasihmu yang tak pernah kuduga

Rasa dirimu yang tak pernah ku sangka

Entah itu rasa yang berlayar namun berombak

Atau rasa yang kau ucap namun berarti selamanya

Menghilang dalam deretan angin disana

Aku menunggumu hingga terhenti dinginnya pusaran itu

Entah dimana kau kucari

Sekilas berlalu berbatang nafas terdesah dari punggungku

Ya, itulah kamu

Yang menempati hati dan jari jemari cintaku

Yang sekilas berlalu namun tetap mencintaiku