Kala alam meronta

Kala alam meronta

Tidakkah kau lihat bumi ini telah terlalu rapuh

Tidakkah kau dengar jerit sang alam yang mengaduh

Tidakkah kau rasa kelam keruh air bagi kehidupan

Sampai sang alam murka menjadi bencana

 

Bumi ini Semakin tua dan renta

Tanpa nyawa pengganti bagi sang masa depan

Tentang keindahan kicau sang burung

Sampai berkilaunya sang batu mulia

Yang tiada lama lagi akan sirna

 

Jangan menangis bila sang alam murka

Jangan menjerit saat sang alam bicara keras tanpa nada

Sampai saat kita tahu

Semua adalah oleh karena ulang dan laku manusiawimu

 

(chipriant – di antara suara alam)