Bukan Pilihan

Bukan Pilihan Indahnya sinar pagi menerobos sela-sela jendelakamarku

Menyapa dan membangunkan aku dgn kesejukannya…

Mengingatkan aku akan kelembutan senyum dan sapamu saat bersamaku

 

Dan….

Sekali lagi kesesakan hantuiku

Menerobos sisi keinginan terdalamku

 

Aku akui…aku rindukanmu

Ingin aku rasakan kembali

Berjalan ber-iringan denganmu

Membiarkan tanganmu menggelayut di lenganku….

Melangkah pasti pada cita bahagia

 

Aku rindukan saat itu….

Saat berpandang penuh cinta

Kau temani aku duduk di sini

Menghadapi Sang perjalanan hidup

 

Aku yakin….

Saat itu akan ada dan tiba

Aku yakin….

kesesakan dan kesendirian ini bukan pilihan

 

(gubahan puisi dalam catatanFB – chipriant  – Medio, 8 Mei 2011 pukul 8:12)