Tradisi Saparan Bekakak Ambarketawang Gamping

arak-arakan bekakak

TERASWARTA – Warta | Ribuan orang memenuhi sepanjang jalan di Gamping, Sleman kemarin siang (jumat-20/12/2013). Pasalnya pada hari kemarin di desa Ambarketawang ini sedang di adakan  acara Tradisi yang rutin di adakan dalam setiap tahunnya yakni acara Tradisi Saparan Bekakak ambarketawang gamping.

Acara ini sendiri selain kirabnya yang menarik adalah adanya upacara penyembelihan bekakak yang dilakukan pada sepasang boneka yang terbuat dari tepung ketan. Tradisi ini sendiri bertujuan sebagai salah satu doa agar masyarakat di jauhkan dari berbagai halang dan rintang serta mara bahaya.

Acara kirab di sepanjang jalan Gamping ini ada bermacam-macam mulai dari prajurit bregada, prajurit berkuda, reog, dan masih banyak lagi. Ini yang semakin menambah menariknya acara yang menjadi kekayaan adat budaya Nusantara yang pantas untuk dijaga kelestariannya. Maka tidak mengherankan juga bila dari tahun ke tahun acara ini semakin banyak diminati oleh para masyarakat serta wisatawan baik dalam maupun manca negara.

Sehari sebelum pelaksanaan upacara adat saparan bekakak telah dilaksanakan  pembuatannya pada hari kamis (19/12/2013) di Rumah Bapak Dukuh Gamping Kidul serta kenduri bersama masyarakat setempat. Untuk penyembelihan bekakak sendiri dilaksanakan di desa Gamping Kidul Rt 02/Rw 16. Setelahnya dilanjutkan dengan upacara pengambilan air yang dikenal dengan nama Tirto Dono Jati dari sumber mata air (umbul) TlogosarGunung Gamping. Pengambilan Tirto Dono Jati ini dipimpin oleh Lurah Magersari diiring oleh kelompok-kelompok lain.

kekayaan budaya 1

Bila diliat dari sejarah yang bisa kita daptkan dari berbagai sumber seperti wikipedia acara ini disebut saparan karena memang pelaksanaannya selalu berada pada bulan sapar. Acara yang di adakan atas perintah Pangeran Mangkubumi yang pelaksaannya terbagi atas beberapa tahap sperti idodareni bekakak, kirab, penyembelihan pengantin bekakak dan sugengan ageng.

Pada perjalanan sejarahnya tradisi ini terkait dengan salah seorang tokoh yani Ki Wirosuta yang merupakan sat dari tiga bersaudara yang merupakan abdi dalem dari Sri Sultan Hamengku Buwana I. Ki Wirosuto ini adalah seorang tokoh yang meninggal bersama keluarganya akibat musibah longsornya gunung Gamping namun jasadnya tidak bias diketemukan. Hal ini pula yang lantas menimbulkan adanya keyakinan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat bahwa Ki Wirosuto ini arwahnya masih tetap ada di Gunung Gamping. Maka acara seperti hari kemarin adalah sebagai wujud penghormatan akan kesetiaan Ki Wirosuto dan keluarganya kepada Sri Sultan Hamengku Buwono yang pertama.

kreatifitas

Sebuah acara yang menjadi magnet tersendiri untuk dapat disaksikan oleh siapa saja terlebih dalam kesempatan ini bias disaksikan berbagai macam kekayaan budaya dan kesenian yang adiluhung, proses kreatifitas dan juga keyakinan masyarakat penuh dengan muatan religiusitas. (chip)