Tercoret Luka Yang Pantas Kau Terima

ilustrasi

Kau begitu anggun dan menawan disudut mata pria

Kau bagai jejarum yang menusuknya hingga terliku didadanya

Berdiri tegap dalam hening relung hatinya

Berkicau dengan mudah disinggasana

Sulit kusangka diri ini tergoda dengan rayuanmu

Hingga kau pergi tanpa tanya

Hilang tanpa jawab

Dan datang hanya khayalan

Tersenyum lirih ketika kau menangis

Tersentak dijejaruman denyut nadi yang terbalas kembali

Hingga kau perih akan luka yang kau cari selama ini

Dan terhina dengan pedih dalam diri

Jangan nodai dirimu dengan indah

Namun membekas selamanya

Jangan hina dirimu dengan kosong namun banyak terhinggapi sana sini

Hingga hari ini engkau tergelincir ruang waktu yang terus mengukir

Hingga hari yang sakral dan patut kau acuhkan jempol yang kebal

Penuh sesal dilanda galau

Penuh cerita dan pengalaman yang bermakna

Hingga kata maat yang terlepas dari mulut bisa

Namun tulus tanpa memafkan sekilas nada bicara