Slondok Ibu Suratmi

Slondok

TERASWARTA – Kuliner | Di setiap daerah atau kota tentu ada hal yang istimewa mulai dari tempat wisata, tempat belanja sampai dengan tempat makan serta jenis makanannya. Apabila di Gunungkidul terkenal dengan makanan thiwulnya, di Sleman dengan salak atau di bantul dengan peyek mbok tumpuk demikian di Kulon Progo ini ada makanan selain geblek yang terkenal. Makanan ini sebenarnya akan lebih tepat jika di sebut sebagai camilan (red. Makanan ringan).

Makanan ini berbahan baku singkong yang diberi bumbu khas dengan rasa gurih yang selalu menyertai. Cara pembuatannya juga tidak semerta-merta mudah tentunya. Cara-caranya adalah kurang lebih sebagai sebagai berikut :

1. kupas singkong

2. cuci singkong dengan air bersih

3. parut singkong dengan menggunakan parutan mesin/dinamo

4. ambil parutan singkong lalu peras dengan alat pres (*plepet)

5. ayak plepetan singkong menjadi serbuk lalu diberi bumbu

6. kukus serbuk singkong menjadi gethuk

7. giling dengan alat

8. lingkari hasil  gilingan gethuk dengan tangan

9. jemur hingga kering lalu goreng

Cukup rumit bukan? Dan makanan ini adalah Slondok. Makanan khas yang tedapat di sebuah desa Pantog Wetan, banjar oya, Kalibawang, Kulon Progo.

Ibu Suratmi

Adalah Ibu Suratmi yang pada awalnya adalah seorang guru honorer di sebuah sekolah memutuskan untuk beralih profesi baru, memulai sebuah usaha dari makanan ringan satu ini. Beliau memulai usaha ini sejak tahun 1992 di mana keadaan ekonomi Indonesia sedang berada dalam keadaan yang tak menentu. Namun berkat usaha yang tentu saja tanpa kenal lelah dan menyerah dibantu oleh sang suami yang juga memasarkan bahan makanan ini sampai ke kabupaten-kabupaten terdekat seperti bantul sehingga usaha ini dapat bertahan hingga saat ini.

Saat ini apabila anda berkunjung ke kediaman beliau di Pantog wetan RT 03/ Rw 02, banjaroya, kalibawang, Kulon Progo dengan nomor kontak 081804199067  yang juga merupakan tempat pembuatan slondok ini anda bisa menemukan bagaimana bahkan orang rela datang untuk memesan makanan satu ini baik untuk konsumsi sendiri atau juga untuk dijual kembali.

Makanan khas yang layak anda coba bila melewati kota satu ini atau bisa juga anda mencontoh bagaimana profil positif dari seorang Ibu Suratmi yang berani mengambil keputusan besar untuk memulai sebuah usaha. [donny-KP]