Rupiah Melemah Terhadap Dollar

TERASWARTA – Ekonomi | Pulihnya data ekonomi Amerika Serikat memicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat semalam melampaui prediksi 3,6  persen dari prediksi sebelumnya 2,8 persen. Selain itu data jobless claims  turun di level 298 di bawah level psikologis 300 ribu juga menjadi pemicunya.

Rupiah melemah terhadap dollar pada kisaran Rp 11.850 sampai Rp 12.115. Perbaikan ekonomi AS akan terus mendorong capital outflos dan adanya spekulasi penguatan terhadap dollar AS dan berakibat pada tekanan negatif bagi rupiah. Beberapa data ekonomi AS yang membaik mendominasi sentimen penguatan dollar. Sedang data Non Farm Payroll yang akan dirilis nanti malam diprediksi melemah.

Di dalam negeri, penguatan dollar juga dipengaruhi arus capital outflow dan spekulasi dimana permintaan mata uang dollar meningkat menjelang akhir tahun dan pergantian tahun. Rupiah akan bergerak volatil cenderung tertekan yang diakibatkan belum pastinya kebijakan Bank Sentral AS. Acuan suku bunga dari Bank Indonesia juga diharapkan tidak naik kembali karena akan mengganggu ekonomi domestik dan sistem perbankan.

Pelaku pasar lebih fokus pada keputusan The Fed sehingga fundamental kondisi ekonomi dalam negeri memudar. Pelaku pasar lebih berhati-hati dalam bertransaksi dan cenderung wait and see menjelang data NFP nanti malam.