Nikah Unik Dalam Guci, Dalam Rangkaian KAF III

Pengantin baru menunjukan buku nikah usai ijab qobul

Pengantin baru menunjukkan buku nikah usai ijab qobul

Menikah di pelaminan atau pun di Kantor Urusan Agama (KUA) itu biasa !. Namun nikah dalam guci tanah liat itu baru luar biasa !. Itulah sepatah kata dari seorang pengunjung dalam acara Kasongan Art Festival ke III (KAF). Acara ini digagas oleh warga Kasongan dan di bantu  dari berbagai pihak. Ketua KAF III Timbul Raharjo mengatakan, acara ini di gelar sebagai apresiasi seni dari Kasongan yang terkenal akan kerajinan gerabahnya. Acara yang di sebut Nikah Dalam guci dan dengan tema “talian kasih di dalam guci”  ini menikahkan Dede Kusuma warga Kasongan dengan Dewi Marsitoh warga Bandongan, Magelang, Jateng. Acara yang di gelar tepat di bawah gapura pintu masuk desa wisata Kasongan.

suasana haru

suasana haru

Kasongan Art Festival ke III ini dilaksanakan dari tanggal 23 November sampai 8 Desember 2013 dengan tema “Geliat Tanah Liat” dan acara Nikah Dalam Guci sebagai puncak seremonialnya. Di meriahkan juga oleh lima pasang pager bagus dan ayu yang berstatus warga negara asing semakin membuat unik acara dan menegaskan bahwa Kasongan sebagai desa wisata yang bertaraf Internasional.

Pager bagus & ayu WNA

Pager bagus & ayu WNA

Setelah berbagai keunikan tersebut, kejutan yang di berikan panitia KAF kepada pengantin baru tidak cukup berhenti di situ, pasalnya panitia menghadiahkan kepada pengantin baru yaitu bulan madu di hotel berbintang Ruba Graha dan Inna Garuda secara gratis.

Di akhir prosesi pernikahan ini pengantin akan diarak ke dalam desa wisata Kasongan dengan di kawal oleh drum band dan di kawal khusus oleh perajurit Keraton Yogyakarta yaitu Bergada Lombok Abang. Sebagai penutupnya adalah pagelaran wayang kulit oleh ki dalang Ki Gondo Suharso S.Sn dengan penganugrahan Kasongan Award oleh Bupati Bantul, Sabtu malam (7/11).

Dikawal oleh Bergada Lombok Abang

Dikawal oleh Bergada Lombok Abang