Mengintip Birunya Laut selatan dari Curamnya Bukit Karang

puncak tujuan

Puncak Bukit Tujuan

TERASWARTA – Wisata | Tak puas hanya dengan melihat pemadangan alam yang selama ini terdapat di pantai-pantai yang menghadirkan pemdangan-pemandangan indah dengan ombak, pasir, kuliner dan aktifitas nelayan team teras lantas mencoba mengintip keindahan di sebuah sudut lain di Gunungkidul.

Mengawali perjalanan dari kota Yogyakarta pada pukul 11.30 wib, perjalanan pun kami mulai dengan menggunakan kendaraan roda dua menuju ke sebuah tempat di sebelah timur dermaga nelayan di pantai Sadeng. Yang jaraknya memang cukup jauh lantaran Pantai Sadeng sendiri adalah pantai yang terletak paling timur dari jajaran pantai-pantai lain di Gunungkidul. Meski demikian tak menyurutkan niat kami untuk mengintip keindahan panorama di sana yang selama ini kami dengar.

Memasuki daerah Ponjong, Semanu pemandangan bukit-bukit kapur sudah mulai menjadi keasyikan tersendiri yang rasanya menjadi teman perjalanan. Bukit-bukit batu kars dan kapur yang memang menjadi ciri khas Kabupaten satu ini meski memang terlihat banyak digali untuk dimanfaakan. Hal ini nampak dan diperkuat juga dengan banyaknya aktifitas-aktifitas semacam ini di sepanjang perjalanan.

Pemandangan di Perjalanan

Pemandangan di Perjalanan

Sebelum memasuki daerah Sadeng kami pun berhenti untuk mengabadikan pemandangan perbukitan dari sisi jalan yang disebelahnya nampak kedalaman lembah yang cukup curang, sampai kami lanjutkan perjalananmemasuki dermaga Sadeng yang terlihat ramai bersandar kapal-kapal nelayan.

Dari sinilah perjalan dimulai menuju titik yang membuat kami masih membayangkanseperti apa situasi tempat yang terkenal dengancuramnya bukit yang di bawahnya telah terhampar birunya kedalaman laut selatan. Perjalanan yang sangat menantang memang saat masuk ke desa di sisi pantai Sadeng ini dengan sajian naik turunya jalan meski sebenarnya telah di cor beton di beberapa titik. Baru menjadi perjalanan yang agak melelahkan lagi setelah memasuki jalan yang memang hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua saja lantaran sempitnya jalan ditambahmemang masih berupa tatanan batu-batu saja.

Setelah sampai di titik mana atas sebuah bukit menjadi tempat parkir, kami masih dibawa menuju ke lokasi denganberjalan kaki turun naik perbukitan dengan pemandangan lahan pertanian kurang lebih 20 menit. Rasa lelah mulai menghinggapi kaki-kaki kami sampai saat dari jauh telah kami lihat birunya air laut Selatan. Namun belum cukup di sini saja lantaran pantai yang kami kira adalah tujuan utama ternyata bukan. Kami pun masih harus bermalam menunggu esok hari datang untuk mencari indahnya pemandangan sambil tentu saja memancing.

Pantai yang tak bisa untuk bermain tempat kami menginap

Pantai yang tak bisa untuk bermain tempat kami menginap

Esok harinya  menaiki bukit yang cukup tinggi lagi kami lakukan, dari sinilah keindahan alam yang kami cari kami dapatkan. Curamnya perbukitan kurang lebih 35 meter dari atas permukaan laut. Luasnya lautan yang sangat indah, pulau kecil yang seakan menyambut kami namun tak tersentuh sekan menyapa kami. Dari jauh juga terlihat aktifitas nelayan yang sekan menantang maut melawan obak yang menghempat ke bukit demi sebuah hasil ikan.

Aktifitas nelayan dari puncak ketinggian

Aktifitas nelayan dari puncak ketinggian

Pemandangan alam yang luar biasa yang tak melulu bisa kami ceritakan dengan kata-kata terlebih saat dengan jelas kami lihat ikan-ikan monster berlalu lalang di bawah. Bagi pecinta fotografi, tempat ini juga sangat istimewa untuk mengambil gambar, sayang lensa kami tak cukup mampu menangkapnya. Sungguh kekayaan alam  yang luar biasa. Bagi anda yang ingin merasakan ini memang butuh tenaga dan keberanian ekstra juga terlebih memang saat di atas bukit sangat butuh kehati-hatian. Pastikan juga ada pendamping bila anda ingin ke tempat ini.   (chip)