Memburu Sensasi Strike di Pantai Drini

memburu sensai strike di pantai drini 1

TERASWARTA – Mancing | Perjalanan memancing team teraswarta.com bersama IPWM (Ikatan Pemancing Waton Mangkat) kali ini mengambil spot mancing di pantai Drini, Gunungkidul. Berawal dari kabar beberapa teman yang lebih dahulu merasakan sensasi strike di tempat yang juga dikenal dengan keindahan pantainya ini. Kamipun berniat merasakan memburu sensasi strike di pantai Drini.

Suasana liburan telah juga sangat terasi  dengan lalu lalang kendaraan dan bus-bus wisata yang menampakkan keceriaan para pesertanya. Memang Gunungkidul dengan berbagai macam pantainya menjanjikan destinasi wisata alam yang sangat menarik untuk bertamasya.

Hujan yang mengguyur tetap kami lalui semenjak keberangkatan dai kantor pusat Yogyakarta, berharap hujan reda saat berada di spot mancing. Setelah umpan berupa ikan “blereng” sejenis tongkol kami dapatkan dan juga alat yang kami persiapkan kamipun meluncur dari pos di Baleharjo, wonosari menuju ke pantai Drini.

Sesampai di pantai drini senja pun dating dan kami lalui dengan guyuran hujan yang memaksa kami untuk tetap bertahan tanpa melempar umpan. Tampak memang cuaca kurang bersahabat. Para nelayan juga berkumpul dengan sajian kopi dan camilan alakadarnya lantaran tidak turun melaut.

Ombak yang pasang adalah yang kami nanti namun demikian ikan tak juga kunjung kami dapatkan hal ini bisa juga terjadi karena ikan berada ditengah oleh keadaan air yang menjadi lebih tawar di sisi pantai oleh air hujan yang mengguyur sangat deras. Maka pilihan untuk memejamkan mata pun kami tempuh sambil berharap esok pagi (22/12/2013) ada serangan fajar dari ikan-ikan predator yang siap memangsa umpan kami.

memburu sensasi strike di pantai drini 2

Esok pun dating dan kami bangun dengan ditemani hujan yang masih juga turun rintik-rintik. Kopi dengan sajian sarapan cumi masak asam pedas pun jadi santapan pertama sebelum memulai aktifitas memancing kami. Belum dapat ikan bolehlah kami merasakan wisata kuliner juga di warung bapak Sarmo ditemani mas Yanto yang dari semalam menemani bercerita ke sana kemari tentang cuaca juga ramainya wisata dipantai Gunungkidul.

Akhirnya umpan pun kami lempar kurang lebih jam 09.00 pagi setelah air kembali naik (pasang). Dan benar ikan predator pun mulai menyambar umpan kami. Beberapa ikan terlepas karena putusnya senar atau melengkungnya mata kain yang menandakan ikan predator yang memangsa cukup besar. Semakin semangta kami melempar umpan ke debur ombak pantai.

Para nelayan pemancing pun mulai berdatangan dan kami berbagi umpan dan keasyikan bersama. Hal yang sangat wajar bagi para pemancing tentunya. Dan memancing di pantai Drini yang indah ini memberikan kami hasil dua ikan yang cukup besar sebagai hasil yang bias kami bawa pulang. Beberapa ikan seperti kerapu yang masih kecil sengaja kami lepas kembali.

Sekelumit kisah memancing pasiran berkarang yang cukup menantang dengan sensasi strike yang menggiurkan. (Daniel-IPWM).