Gelora Cinta Menembus Naluri Lelaki

Berdiri sekitar beberapa jauh darimu

Ketika kutau engkau sendiri tanpa seorang kekasih

Menemani malam-malam yang kelam dan silih berganti

Entah menunggu pagi atau menunggu jatuhnya bintang di langit sepi

Sepucuk gelora cinta menembus nalurimu

Sekilas kutulis puisi yang berirama syahdu

Entah engkau menyukai ataupun tak menyukaiku

Setangkai bunga mawar kuberikan untukmu

Bukan hanya lelaki namun wanitapun mudah mencintai

Mudah terungkap entah apa yang disambut darimu

Cinta atau luka?

Walau selangkah aku menemani

Terasa jantung silih berganti

Menyapa dengan inginku karena aku memang sahabat lamamu

Berdiri tegap menemani malam indahmu

Terungkap cinta yang berat bagiku

Namun bibirmu terucap kata yang penuh tanya

Ternyata itu sepotong cinta dalam seribu rasa terpendam

Akan keinginan dalam hati dan jiwa yang sama