Embun Pagi Menancap Sepotong Roti

embun pagi

Tertegun memandang hiasan pagi yang cerah

Tanpa hujan yang menyelimuti nuansa indah

Tak berarti bagi dunia sang kisah sedih

Tak berarti bagi cinta sang nuansa galau

Berderai embun dipucuknya pagi

Berderai kilauan hingga berdiri sendiri

Menghindari kehausan dalam jari jemari

Dan bersedih dipelupuk ruang kosong tanpa masak terhidang

Letakan potongan roti yang bergerak dalam selai

Berkesinambung dalam kiasan warna

Hingga menusuk dengan uap akan mulut berbicara

Hingga menggerakkan energi pagi hingga siang menanti

Ketenangan yang bergerak dibidang psikologi

Yang berdiri hingga berkisar semangat pagi

Sembari mendorong segalanya

Hingga melayang ditepian hari-hari yang kusenyumi

Dengan awal pagi dan berakhir dengan mimpi kembali