Dollar Melemah, Bursa Asia Variatif

dollar

TERASWARTA – Ekonomi | Aksi profit taking yang terjadi di bursa saham Asia yang diakibatkan kecemasan terhadap Federal Reserve membuat bursa Asia bergerak tak menentu. Sentimen sektor saham teknologi juga menghiasi bursa saham Asia.

Indeks saham nikkei melemah karena adanya aksi profit taking bersamaan membaiknya yen. Optimisme ekonomi AS memberikan bukti bahwa perekonomian AS cukup kuat sehingga mendorong The Fed mengurangi stimulusnya dan mengakibatkan melemahnya Kospi. Outlook kebijakan The Fed juga telah membuat Hanseng bergerak melemah.

Sentimen yang terjadi pada bursa saham Asia juga diakibatkan adanya data tenaga kerja AS bahwa terjadi peningkatan tenaga kerja pada november 2013 sebesar 215 ribu. Penjualan rumah di AS naik 25 persen juga mempengaruhi pergerakan bursa saham Asia. Sektor swasta di AS turun pada bulan lalu dan defisit perdagangan AS menyusut pada bulan Oktober bersamaan dengan tingkat ekspor yang tinggi.

Sementara itu bursa saham AS Kamis pagi ini ditutup melemah. Dollar AS melemah terhadap Euro menjelang keluarnya data-data penting yang memicu spekulasi Fed akan memulai tapering lebih cepat. Dollar AS juga melemah terhadap Yen.

Beberapa isu dan sentimen muncul menjelang data-data penting saat ini. Pasar menanti dan berharap pengumuman pengurangan stimulus moneter The Fed dilakukan pada bulan maret tahun depan. Data-data penting yang membaik seperti angka pengangguran akan mempengaruhi pengambilan keputusan pengurangan stimulus The Fed