Deburan Pasir Yang Melukaiku

deburan pasir yang melukaiku 

Berjalan mengitari relung angin yang menghantui

Berkisar dalam pasir yang kuhinggapi

Panas menerka tubuhku yang mengulit

Hingga gersang dalam desakan pakaian

Sorbanku terbuai diangin yang panas

Sendiri dalam kehausan ditengah lapang

Terlemas karena kesulitan akan air disana

Melemah dalam tubuh gemulai indah

Mata yang tak tertahan dalam tatapan indah

Wajah yang sulit terbuka dalam deburan pasir yang merata dengan angin

Hingga tergiur dalam pusaran matahari yang menyengat tubuh

Hingga bergulita dalam terjatuhnya aku

Tak kuat menahan hidup ini

Terluka dalam hausnya mulut yang membisu

Terluka dalam perangnya pasir yang menusuk tubuhku

Hingga menutup mata namun membisu

Tak tau arah namun kulalui tanpa nafas

Yang menusukku dengan keadaan sang maha leluasa tanpa nyawa seketika