Terkukuh Naluri Dalam Hentakan Nadi

terkukuh

Terkikis rasa dalam sabar yang menunggu lama

Berdiam dalam tangis hati yang dalam

Hingga terperosok dalam luka seketika

Berkilau dalam merahnya wajah

Hingga merasuk dalam detakan jantung yang senyawa

Fikirku melayang dan berambang wajahmu

Menarik dalam sengatan hina

Hingga berjambak dalam tangan yang bergelumuti rambut lusuh

Hingga bergetir yang mengalir

Keringat tercucur air yang kian tersingkir

Sungguh katamu menyakiti sekian kali

Sungguh wajahmu menantang dalam denyut nadi

Hingga terkukuh dalam hati yang tegap berdiri

Hingga keras aku mengalir sengir bibirku ini

Untuk bercengkrama yang membara dalam emosi

Kau bagai hewan yang terasa ingin kucabik mulutmu yang berharimau

Berdiri dengan indah terlempar dengan luka

Saling membalas dalam denyut nadi menantang

Hingga terperosok lubang yang sama

Dan terjatuh akan hina seketika