Mengintip Makassar

TERASWARTA – Wisata | Makassar adalah salah satu kota metropolitan di Indonesia. Tidak jauh beda dengan Jakarta, Makassar tidak luput dari kemacetan lalu lintas serta cuaca yang panas. Itulah kesan pertamaku saat menginjakkan kakiku di Makassar. Hiruk pikuknya kota dan kemacetan kota membuatku ingin cepat-cepat sampai di tempat tujuan sehingga aku bisa “ngadem” sedikit. Tapi apa mau dikata, kalau aku harus bersabar dengan segala kemacetan itu.

Dibalik kemacetan dan kota yang panas, Makassar memiliki banyak tempat dimana kita bisa “hang out” di cuaca yang panas ini. Mulai dari kaki lima hingga tempat-tempat berbintang lima, pokoknya ada aja yang bisa buat kita “ngadem”. Dan salah satu acara “ngadem”ku ini adalah menikmati pisang ijo yang banyak dijual di sepanjang jalan. Ada banyak jajanan segar yang bisa mengusir panas di sepanjang jalan di Makassar. Selain pisang ijo yang terkenal itu, masih ada pula es campur dan es kelapa muda yang pasti “adeeeemmm abiiiis”.

Menikmati Pisang Ijo di sepanjang kaki lima

Menikmati Pisang Ijo di sepanjang kaki lima

Sepertinya hari ini memang cukup panas, terlihat dari banyaknya orang yang memilih duduk duduk di kaki lima dan menikmati es atau sekedar duduk saja. Jadi tidak salah rasanya kalau pisang ijo menjadi pilihanku. Pisang ijo adalah salah satu desert khas Makassar yang terbuat dari pisang yang dibalut dengan tepung beras yang diberi warna hijau. Warna hijau ini biasanya hasil dari pandan. Dalam penyajiannya pisang ijo ini akan dicampur dengan fla dan sirup dan campur dengan potongan es batu.

Selain itu masih ada lagi masakan eunak dari Makassar, yang pasti sudah sering didengar di telinga kita, yaitu Coto Makassar. Coto Makassar ini biasanya terbuat dari daging sapi segar yang dimasak dengan berbagai bumbu. Apabila kita mendengar dari bahannya saja, pasti kita mengira bahwa Coto Makassar ini adalah makanan berat yang membuat kita eneg. Jangan salah, walaupun Coto terbuat dari daging dan dimasak dengan rempah-rempah lengkap, tetapi coto memiliki rasa yang ringan. Pemasakan Coto tidak menggunakan santan kelapa, dan disajikan dengan jeruk nipis. Hal ini membuat Coto menjadi terasa ringan di lidah dan kita bisa menghabiskan bermangkok-mangkok Coto… hmmm yummmyyy

DSCN9334

Mengunjungi Makassar rasanya tidak pas kalau kita tidak mengunjungi Pantai Losari. Pantai Losari ini menjadi pusat “hang out” warga Makassar jugapara turis. Di tepi pantai Losari ini berjajar hotel-hotel berbintang serta pusat perbelanjaan suvenis-suvenir khas Makassar. Tetapi sayangnya, pengunjung pantai Losari agak kurang peduli dengan kebersihan. Terlihat banyak sampah yang mengapung di laut dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Masjid di atas laut

Masjid di atas laut

Salah satu daya tarik di Pantai Losari adalah bangunan Masjid yang  dibangun tepat di atas laut. Bangunan ini terlihat cantik dan mengimbangi bangunan-bangunan megah yang berada di seberang jalan. Selain itu pula, Pantai Losari yang merupakan pusat hiburan masyarakat Makassar, acap kali ditempati sebagai lokasi konser artis-artis Ibu Kota, seperti kali ini, Pantai Losari sedang dipersiapkan untuk menyambut hari jadi Kota Makassar yang mendatangkan artis-artis Ibu Kota. Waahhh….ramai ya!

Menawar bentor

Menawar bentor

Oya, kalau berkunjung ke Makassar, jangan lupa mencoba naik bentor ya, alias becak motor. Bentor ini selain memiliki ke khasan bentuknya, juga ada yang unik dari bentor ini, yaitu anda bisa berkendaraan sambil mendengarkan musik. Jangan lupa, tawar dulu sebelum naik bentor yaaacchhh…