MARI KITA MENGENAL UKURAN SENSOR DSLR.

Nikon D3s

Nikon D3s

Dalam perkembanggannya kamera SLR atau single lens refleks yang dulu memakai negatif film sebagai penangkap cahaya yang akan membentuk sebuah citra foto, kini di era digital kamera SLR sudah mengalami pergantian penangkap cahaya, yang dahulu negatif film menjadi sensor chip. Apa itu sensor chip? dapat kita deskripsikan bahwa sensor adalah keping chip digital yang di dalamnya terdapat elektron yang peka cahaya dengan Picture Element (pixel) sebagai satuan jumlahnya. Sonsor ini bertugas sebagai penangkap cahaya sekaligus sebagai pengkonversi dari data analog ke dalam data digital termasuk penentuan warna dan mengenali fasa Dynamic Range atau kemampuan mengenali rentang cahaya dari gelap ke terang.

Namun, dalam proses produksinya kamera DSLR yang memakai sensor seperti lebar bidang negatif film amat mahal, sensor ini dikenal dengan sebutan full frame atau sama dengan diagonal film yaitu 35mm dengan spesifikasi p x l 36 mm x 24 mm. Biasanya kamera yang memakai sensor fullframe adalah kamera mahal yang berada di top-level sedangkan untuk produksi kamera yang berada di semi-pro/mid level dan entry level­ menggunakan sensor yang lebih kecil karena alasan menekan biaya produksi. Oleh karena itu para produsen kamera sepakat membentuk satuan sensor APS-C dengan bidang 23,6×15,5 mm untuk Nikon, Sony, dan pentax, sementara Canon terdapat dua jenis sensor yaitu APS-H 28,7×19,1 mm untuk seri Canon EOS 1 D Series, dan APS-C 22,2×14,8 mm untuk mid dan entry level. Sementara untuk Olympus memperkenalkan sensor Fourthird 17,3 x 13 mm.

perbandingan ukuran sensor kamera

perbandingan ukuran sensor kamera

Pengaruh perbedaan sensor

Mungkin banyak dari kita tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan sensor ini namun bagi mereka yang ingin serius mendalami fotografi akan sangat berpengaruh. Berikut ini beberapa aspek pengaruh perbedaan sensor:

  1. Fullframe akan memberikan dynamic range  yang lebih luas bila dibandingkan dengan sensor APS-C maupun Four third. Ini karena bidang sensornya lebih luas, hal ini berakibat akan lebih banyak menciptakan warna yang beragam jika dibandingkan sensor kecil. Namun, teknologi sekarang sudah mampu menyamainya dengan pengunaan prosesor di kamera dan kemampuan pengolahan analog to digital A/D converter bisanya dengan satuan bit.
  2. Lebih bersih dari grain/noise yang ditimbulkan oleh penggunaan ISO tinggi jika memotret di cahaya redup. Kembali lagi penampang sensor fullframe lebih luas bila dibandingkan sensor APS-C  oleh karena itu penyimpangan warna akibat ISO naik dapat diredam. Namun, teknologi kamera digital saat ini juga sudah menyediakan fitur noise reduction yang paling tidak hasilnya mendekati fullframe.
  3. Bagi penyuka fotografi Landscape, kamera fullframe akan memberikan FOV focal of view yang sangat luas bila dibandingkan dengan APS-C dan Four Third, karena di fullframe tidak mengenal crop factor, apa itu? Crop factor adalah pemotongan fokal lensa yang diakibatkan luas bidang rekam. Untuk lebih memahami perhatikan contoh: Jika kita mempunyai kamera Nikon D3 yang bersensor fullframe maka bila kita memasang lensa dengan fokal 17mm maka angle of viewnya tetap 17mm karena tidak terkena crop, sebaliknya bila kita memakai Nikon D300 yang bersensor APS-C kita akan mendapati fokal lenasa kita 25,5 mm(26mm) di fullframe, artinya jika fullframe berada pada fokal lenas 26 mm maka akan sama di 17mm APS-C. Berikut adalah cara menghitung crop faktor: fokal lensa x crop sensor; APS-H (1,3) APS-C Nikon, Sony (1,5), APS-C Canon (1,6), Fourthird Olympus (2,0) jadi bila kita memasang lensa 17x 1,5 (crop Aps-C Nikon) maka hasilnya 25,5 (26mm) di fullframe.
    Pengaruh crop factor

    Pengaruh crop factor

    Namun disisi lain bagi mereka penyuka wildlife dengan lensa tele maka akan dilipatkan fokal lensanya sesuai crop sensor tanpa mengurangi angka diafragma, hal ini tidak terjadi bila memakai teleconverter.Note: untuk jenis lensa sekarang vendor seperti Canon dan Nikon sudah mengeluarkan lensa khusus APS-C yang sebenarnya sama akan sama terkena crop jika di full frame, lensa itu berkode EF-S (Canon), dan DX (Nikon)jika lensa ini dipasang dalam full frame akan terjadi Vignette atau lingkaran hitam dipinggir frame karena sempitnya circle of lens, namun berbeda jika lensa fullframe dipasang di aps-c tidak akan terjadi vignette.

  4. Terakhir, full frame akan lebih mudah menemukan infinity fokus (fokus tidak terbatas) dari pada APS-C atau yang lain, karena biasanya infinity itu di buat berdasarkan ukuran sensor fullframe dan jika di pasang di APS-C akan sedikit meleset.